Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menghadiri
Kapolri Pererat Kolaborasi dengan Ulama Jaga Keamanan
Gabriella Thesa Widiari • 26 September 2026 21:29
Jakarta: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mempererat kolaborasi dengan ulama untuk bersama-sama membangun negeri serta menciptakan rasa aman demi mendukung keberlanjutan pembangunan. Ia menilai, stabilitas keamanan memerlukan persatuan yang harus terus dirawat bersama.
Hal itu disampaikan saat menghadiri acara "Ngaji Kebangsaan" bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu, 26 September 2026.
“Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan. Ulama memberikan arah dan tuntutan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan,” kata Sigit, dilansir dari Antara, Sabtu, 26 September 2026.
Sigit menggambarkan peran ulama seperti kompas yang memberikan arah, nasihat, dan doa bagi bangsa. Adapun tugas Polri ibarat lentera yang memberikan perlindungan, pengayoman, serta menjaga ketertiban masyarakat.
“Keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak,” kata Sigit.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menghadiri "Ngaji Kebangsaan" di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Foto: Antara.
Kapolri menekankan bahwa tugas menjaga kamtibmas merupakan ikhtiar bersama demi menciptakan kondisi yang mendukung kemajuan bangsa. Kebersamaan ini dinilai semakin relevan di tengah berbagai tantangan global saat ini.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
“Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan negara,” ujar Sigit.