Melalui Sidang PBB, 80 Negara Desak Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu

Melalui Sidang PBB, 80 Negara Desak Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 25 September 2026 13:57

New York: Sekitar 80 negara mendesak pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengecam Iran serta kelompok Houthi atas serangan di kawasan yang dinilai mengganggu perdagangan internasional dan keamanan energi.

“Iran terus melakukan tindakan di Selat Hormuz yang mengancam keamanan internasional serta hak dan kebebasan navigasi,” kata Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani saat membacakan pernyataan bersama di PBB, Kamis, 24 September 2026.

Pernyataan tersebut juga mengecam Houthi atas keputusan melanjutkan konflik di Yaman, serangan terhadap Arab Saudi, serta serangan di Laut Merah.

“Kami juga mengecam keras keputusan Houthi untuk melanjutkan konflik di Yaman, serangan mereka yang terus-menerus terhadap Arab Saudi, serta serangan sembrono mereka di Laut Merah,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu.

Para pendukung pernyataan itu mencakup negara-negara Arab Teluk dan sejumlah negara besar Barat.

Pernyataan tersebut juga memperingatkan bahwa pergerakan Houthi menuju Selat Bab al-Mandab dapat semakin meningkatkan risiko terhadap pelayaran internasional, keamanan maritim, dan perdagangan global.

Iran dan Houthi sama-sama menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk pertahanan diri.

(Fajar Nugraha)