Mendag Budi Santoso usai meluncurkan program "Pilihan Bu San" di Solo. Metrotvnews.com/ Triawati
Mendag Dorong UMKM Maksimalkan Marketplace untuk Perluas Pasar
Triawati Prihatsari • 21 September 2026 21:33
Solo: Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pemasaran produk melalui marketplace. Pemanfaatan platform digital dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
"Produk-produk UMKM kita itu banyak yang bagus. Tapi kita butuh pasar, butuh tempat, butuh etalase. Dengan e-commerce itu lebih mudah," ungkap Budi Santoso, usai peluncuran Pilihan Bu San x Tokopedia di Solo, Senin, 21 September 2026.
Program "Pilihan Bu San" merupakan singkatan dari Pilihan Budi Santoso. Program tersebut menjadi agenda kurasi rutin Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memilih produk UMKM yang dinilai memenuhi kriteria kurasi.
Proses seleksi dilakukan setiap dua hingga tiga bulan. Produk yang terpilih kemudian dipajang di ruang tamu kantor Menteri Perdagangan sebagai bagian dari upaya memberikan ruang promosi bagi produk UMKM.
Kemendag tidak berhenti pada tahap kurasi. Produk yang terpilih juga mendapat kesempatan mengikuti ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar setiap Oktober melalui booth khusus.
Produk hasil kurasi juga diarahkan untuk mengikuti program UMKM Bisa Ekspor. Skema tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendag membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha.
"Ini menjadi bagian dari strategi pengamanan pasar dalam negeri. Pasar domestik yang besar harus didominasi produk lokal, di mana sebagian besar disuplai oleh UMKM," beber Budi Santoso.
Budi juga menanggapi kekhawatiran pelaku usaha mengenai regulasi perdagangan melalui platform digital. Ia mengatakan pemerintah telah memiliki regulasi melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023.
Regulasi tersebut mencakup sejumlah aspek dalam ekosistem perdagangan digital, termasuk keberpihakan terhadap produk dalam negeri, keterbukaan informasi mengenai biaya layanan platform kepada penjual, serta perlindungan konsumen.

Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Presiden AEON Indonesia Masato Miyata berfoto bersama para mitra UMKM. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
"Ada tiga ekosistemnya, seller atau produsen, platform e-commerce-nya, dan konsumennya. Jadi tiga ini harus jalan. Seller butuh platform, platform juga butuh seller, butuh juga konsumen. Semua harus dilindungi supaya ekosistemnya bisa berjalan dengan baik," ungkap Budi Santoso.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Tokopedia dan TikTok Shop Stephanie Susilo menyambut kerja sama perdana dengan Kemendag tersebut.
Ia mengatakan lebih dari 110 produk hasil kurasi Pilihan Bu San telah masuk ke dalam etalase khusus. Sebagian besar produk yang tersedia berasal dari kategori makanan dan minuman.
"Kalau di conventional commerce itu biasa produk itu di-listing dan tunggu pembeli, jadi pembeli harus mencari produk. Tapi di era discovery commerce, produk yang bisa mencari pembelinya melalui konten. Kami percaya ini mengakselerasikan pertumbuhan dan akses pasar untuk banyak pelaku UMKM," ungkap Stephanie.