Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Kamis pagi, 16 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.200 Meter
Silvana Febiari • 16 April 2026 08:50
Lumajang: Petugas mencatat lima kali erupsi Gunung Semeru pada Kamis pagi, 16 April 2026. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu mengalami meletus dengan tinggi hingga 1.200 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tampak tebal dan bergerak ke arah utara serta barat laut.
"Erupsi kedua terjadi pukul 06.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dilansir dari Antara.
Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu masih berlangsung.
Tak berselang lama, pada pukul 06.57 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.100 meter di atas puncak (4.776 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.
"Erupsi keempat terjadi pukul 07.08 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," ungkapnya.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi lagi pada pukul 07.32 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3 km mengarah ke arah tenggara atau Besuk Kobokan pada Selasa pagi, 14 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.