Satgas PRR Aceh Tinjau Kondisi Pengungsi di Bener Meriah

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, meninjau kondisi penghuni huntara di Desa Wonosobo, Wih Pesam, Bener Meriah. Foto: Istimewa.

Satgas PRR Aceh Tinjau Kondisi Pengungsi di Bener Meriah

Anggi Tondi Martaon • 17 April 2026 21:45

Jakarta: Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, Safrizal ZA, meninjau kondisi 98 kepala keluarga (KK) yang menetap di hunian sementara (huntara) di Bener Meriah. Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Wonosobo, Wih Pesam. 

Saat kunjungan dilakukan, pada umumnya para penghuni huntara sedang bekerja sebagai pemetik kopi di kebun-kebun warga di sekitar Desa Wonosobo. Safrizal mengaku salut dengan semangat warga tersebut.

“Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar, “ kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal menyerahkan bantuan peralatan dapur. Bantuan tersebut diberikan kepada seluruh KK penghuni huntara.

Salah satu penghuni huntara, Fatmawati, mengapresiasi kunjungan Safrizal. “Terima kasih, Bapak. Telah menjenguk kami di sini. Kami sangat bersyukur," kata Fatmawati.

Setelah melihat kondisi penghuni huntara, Safrizal kemudian mengecek kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Menurut data BPBD Bener Meriah, terdapat empat lokasi pembangunan huntap komunal. 

Adapun satu titik pembangunan huntap berada Blang Rakal, Pintu Rime Gayo, dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Dinas Pertanian Aceh. Sedangkan tiga titik lagi akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, meninjau kondisi dan memberikan bantuan kepada 98 KK penghuni huntara di Desa Wonosobo, Wih Pesam, Bener Meriah. Foto: Istimewa.

Hasil verifikasi dan validasi tahap I, rumah dengan status rusak ringan di Bener Meriah berjumlah 118 unit. Rusak sedang 84 unit, rusak berat 807 unit. 

Dari kategori rusak berat tersebut, 97 unit akan dibangun insitu, relokasi mandiri 617 unit, dan relokasi terpusat 93 unit. 

Untuk tahap II yang belum dilakukan verifikasi, sampai dengan saat ini data yang telah masuk berjumlah 522 unit. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)