JAXA berhasil melakukan uji coba pertama lepas landas dan pendaratan roket reusable di Akita, Jepang. (Anadolu Agency)
Jepang Sukses Uji Lepas Landas dan Pendaratan Roket yang Bisa Digunakan Kembali
Willy Haryono • 11 July 2026 15:15
Tokyo: Badan antariksa Jepang berhasil menyelesaikan uji coba pertama lepas landas dan pendaratan prototipe roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket), menandai langkah penting dalam pengembangan teknologi peluncuran berbiaya rendah yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat.
Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) pada Sabtu, 11 Juli 2026, mengatakan prototipe tersebut berhasil diluncurkan dari fasilitas pengujian di Noshiro, Prefektur Akita, sebelum mendarat kembali dengan selamat di lokasi yang telah ditentukan.
Menurut JAXA, roket tersebut mencapai ketinggian sekitar 10 meter sebelum kembali turun dan menyelesaikan proses pendaratan secara terkendali.
Seluruh penerbangan berlangsung selama sekitar 40 detik.
Pemimpin proyek peluncuran, Takashi Ito, mengatakan keberhasilan uji coba roket tersebut menjadi pencapaian penting setelah proses pengembangan yang memakan waktu cukup panjang.
"Kami telah mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk proyek ini. Melihat prototipe berhasil lepas landas dan mendarat tanpa masalah memberikan rasa lega yang sangat besar," ujar Ito kepada wartawan, seperti dikutip dari laman TRT World.
Ia menambahkan JAXA masih akan melakukan analisis terhadap seluruh data penerbangan guna menentukan tingkat keberhasilan pengujian secara menyeluruh.
Meski demikian, Ito mengaku yakin uji coba tersebut telah menghasilkan data yang sangat berharga untuk pengembangan tahap berikutnya.
Sebagian besar roket saat ini masih dirancang untuk sekali pakai, dengan komponen-komponennya jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tetap berada di orbit sebagai sampah antariksa setelah peluncuran.
Tahap pertama roket umumnya merupakan bagian paling mahal dalam keseluruhan sistem peluncuran.
Karena itu, kemampuan menggunakan kembali komponen roket dipandang sebagai salah satu cara paling efektif untuk menekan biaya peluncuran ke luar angkasa.
Teknologi tersebut saat ini dipelopori oleh perusahaan antariksa asal Amerika Serikat, SpaceX, yang telah mengoperasikan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sejak 2017.
Persaingan di sektor ini juga semakin ketat setelah Tiongkok pada Jumat melaporkan keberhasilan pendaratan roket reusable pertamanya.
Sementara itu, pada Juni tahun lalu, anak perusahaan Honda menjadi perusahaan Jepang pertama yang berhasil meluncurkan sekaligus mendaratkan roket reusable.
Jepang sendiri tengah berupaya meningkatkan daya saing industri antariksa nasional di tengah kompetisi global yang semakin intensif.
Pada Juni lalu, Jepang juga berhasil meluncurkan roket andalannya, H3, beberapa bulan setelah misi sebelumnya yang membawa satelit ke orbit berakhir dengan kegagalan.
Baca juga: Roket New Glenn Milik Jeff Bezos Meledak saat Uji Coba Mesin di Florida