Mengapa Selat Hormuz Menjadi Kepentingan Strategis Iran? Ini Penjelasannya

Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Kepentingan Strategis Iran? Ini Penjelasannya

Fajar Nugraha • 13 July 2026 15:50

Jakarta: Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman ini menjadi lintasan utama pengiriman minyak dan gas alam ke berbagai negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz kerap menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dilansir dari Press TV, Iran menilai pengelolaan selat memiliki arti penting bagi keamanan nasional dan kedaulatan negara.

Pentingnya Selat Hormuz bagi Iran

Iran memandang Selat Hormuz bukan sekadar jalur perdagangan internasional, melainkan wilayah yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara. Oleh karena itu, Teheran menilai keterlibatannya dalam pengelolaan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Iran juga berpendapat bahwa pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz harus dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan negara-negara pesisir, termasuk Oman.

Sejumlah Klaim Pelanggaran Kesepakatan

Iran menuding Amerika Serikat telah melakukan sejumlah pelanggaran terhadap memorandum yang disebut memuat kesepakatan antara kedua negara. Berikut beberapa poin yang disampaikan.

1. Pengakhiran konflik
Amerika Serikat dinilai tidak memenuhi komitmen untuk mengakhiri konflik di berbagai kawasan, termasuk Lebanon. Menurut Iran, pasukan Israel masih bertahan di sejumlah wilayah sehingga komitmen tersebut dianggap belum terlaksana.

2. Penghormatan terhadap kedaulatan Iran
Iran menilai berbagai serangan militer yang terjadi merupakan bentuk pelanggaran terhadap komitmen untuk menghormati kedaulatan dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

3. Penghapusan blokade maritim
Amerika Serikat disebut belum mengakhiri pembatasan terhadap aktivitas pelayaran Iran. Bahkan, Washington dinilai masih mempertahankan kebijakan yang membatasi akses maritim negara tersebut.

4. Dukungan terhadap rekonstruksi ekonomi
Iran menyatakan Amerika Serikat belum merealisasikan komitmen pendanaan untuk mendukung proses pembangunan kembali ekonomi negara tersebut.

5. Pencabutan sanksi
Iran juga menilai sanksi ekonomi yang dijanjikan akan dicabut masih tetap diberlakukan. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan isi memorandum yang diklaim telah disepakati kedua negara.

6. Ekspor minyak dan aset yang dibekukan
Amerika Serikat disebut belum memberikan kelonggaran terhadap ekspor minyak Iran maupun mencairkan aset negara tersebut yang masih dibekukan di luar negeri.

7. Tuduhan campur tangan politik
Selain persoalan ekonomi, Iran juga menilai pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai perubahan pemerintahan di Iran sebagai bentuk intervensi terhadap urusan domestik negara tersebut.

Selat Hormuz Dinilai Memiliki Nilai Strategis

Press TV menyebut Iran memandang penguasaan Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional, bukan semata-mata instrumen ekonomi. Jalur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keamanan kawasan dan mencegah ancaman terhadap kepentingan nasional Iran.

Iran juga berpandangan bahwa Selat Hormuz berada dalam wilayah perairan Iran dan Oman sehingga pengelolaannya harus mempertimbangkan kepentingan kedua negara pesisir sesuai ketentuan hukum internasional.

Selat Hormuz terus menjadi kawasan yang memiliki arti strategis bagi keamanan dan perdagangan internasional. Iran menegaskan pentingnya peran negara tersebut dalam pengelolaan jalur pelayaran itu serta menyampaikan sejumlah tuduhan pelanggaran terhadap kesepakatan yang diklaim pernah dibuat dengan Amerika Serikat.

Seluruh poin di atas merupakan klaim yang disampaikan Iran mengenai posisi dan kepentingannya di Selat Hormuz. Kawasan ini diperkirakan akan tetap menjadi salah satu titik penting dalam dinamika geopolitik Timur Tengah dan jalur perdagangan energi dunia.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)