Iran Bentuk 'Markas Perang Ekonomi' di Tengah Gempuran Sanksi AS

Suasana di salah satu kota di Iran. (Anadolu Agency)

Iran Bentuk 'Markas Perang Ekonomi' di Tengah Gempuran Sanksi AS

Muhammad Reyhansyah • 7 September 2026 09:53

Teheran: Iran membentuk "markas perang ekonomi" untuk mempercepat penanganan berbagai gangguan ekonomi yang muncul akibat kondisi perang. 

Mekanisme khusus tersebut akan mengoordinasikan respons pemerintah terhadap masalah yang memengaruhi bisnis, perdagangan, pembiayaan, dan sektor ekonomi lainnya.

Wakil Menteri Ekonomi Iran Morteza Zamanian mengatakan lembaga tersebut dibentuk Kementerian Ekonomi Iran dan untuk tahap awal akan menangani persoalan yang berada dalam kewenangan kementerian.

"Kami ingin mengidentifikasi secara terpusat gangguan yang disebabkan oleh kondisi perang dan mengembangkan solusi praktis," kata Zamanian, dikutip dari TRT World, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, mekanisme tersebut juga dirancang untuk mencegah persoalan yang membutuhkan koordinasi sejumlah lembaga pemerintah terhambat oleh birokrasi.

Untuk membantu dunia usaha yang terdampak konflik, pemerintah Iran tengah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk dukungan perpajakan dan kepabeanan, fasilitas perbankan, serta berbagai instrumen keuangan.

Zamanian mengatakan persoalan yang berada di luar kewenangan Kementerian Ekonomi akan dikoordinasikan melalui mekanisme kebijakan ekonomi pemerintah agar dapat diselesaikan pada tingkat yang lebih tinggi.

Tekanan Sanksi AS Meningkat

Pembentukan badan tersebut dilakukan di tengah konflik yang bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang kemudian dibalas Tehran dengan serangan terhadap sejumlah sasaran AS di kawasan.

Iran dan Amerika Serikat pada Juni menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut memuat sejumlah langkah menuju penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pembahasan mengenai pembatasan ekonomi terhadap Iran.

Teheran menuduh Washington tidak memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut, termasuk terkait pelonggaran sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

Sebaliknya, Washington menuduh Teheran tidak memenuhi kewajibannya dan tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Amerika Serikat menyatakan sanksi tersebut ditujukan untuk membatasi sumber pendapatan dan jaringan keuangan yang menurut Washington mendukung aktivitas militer serta kegiatan regional Iran.

Baca juga: Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas, Kapal yang Masuk Akan Dikenai Sanksi

(Willy Haryono)