Aksi unjuk rasa menentang kehadiran ICE berlangsung di Minneapolis, Minnesota, AS. (EPA)
Pentagon Siap Kerahkan 1.500 Tentara Elite Jika Kerusuhan di Minnesota Memburuk
Willy Haryono • 18 January 2026 20:25
Washington: Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan sekitar 1.500 personel dari Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat Amerika Serikat untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota, jika kerusuhan di sana meningkat di tengah operasi imigrasi besar-besaran.
Selasa lalu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengumumkan peluncuran operasi imigrasi terbesar yang pernah dilakukan di Minnesota, dengan pengerahan sekitar 2.000 agen dan petugas penegak hukum ke wilayah tersebut.
Dikutip dari Antara, Minggu, 18 Januari 2026, sejumlah sumber menyebutkan pasukan yang disiapkan berasal dari dua batalion infanteri Divisi Lintas Udara ke-11 yang bermarkas di Alaska. Unit ini dikenal memiliki spesialisasi operasi di lingkungan bersuhu ekstrem dan kondisi cuaca dingin.
Para prajurit dilaporkan telah diperintahkan untuk bersiaga menghadapi kemungkinan pengerahan apabila situasi keamanan di Minnesota memburuk. Namun, para pejabat menegaskan belum ada kepastian apakah pasukan tersebut akan benar-benar dikerahkan.
Gedung Putih menyatakan kepada The Washington Post bahwa langkah kesiapsiagaan tersebut merupakan prosedur standar Pentagon dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan keputusan Presiden AS Donald Trump.
Pada 15 Januari, Trump mengatakan akan menggunakan kewenangannya untuk memberlakukan Insurrection Act terhadap pemerintahan Minnesota, yang dituding mendorong aksi unjuk rasa menentang operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS.
Namun, Noem kemudian menyatakan bahwa Presiden tidak memiliki rencana untuk menarik personel ICE dari Minnesota, meskipun protes terhadap operasi imigrasi federal terus berlangsung.
Insurrection Act, yang diadopsi pada 1807, memberikan kewenangan kepada presiden untuk mengerahkan Angkatan Bersenjata AS dan Garda Nasional guna menekan kerusuhan sipil, pemberontakan, atau perlawanan bersenjata terhadap pemerintah federal.
Ancaman penerapan undang-undang tersebut muncul di tengah gelombang protes besar terhadap kebijakan penegakan imigrasi. Ketegangan di Minnesota meningkat setelah seorang warga dilaporkan tewas dalam insiden penembakan oleh petugas ICE, yang memicu demonstrasi luas di Minneapolis dan wilayah sekitarnya.
Pemerintah federal telah mengerahkan tambahan agen imigrasi ke Minnesota dalam operasi yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah negara bagian tersebut.
Hingga kini, belum ada keputusan final terkait pengerahan militer. Pejabat Pentagon menegaskan bahwa pasukan yang telah disiagakan hanya akan digunakan jika situasi keamanan semakin memburuk dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Minnesota merupakan negara bagian di kawasan Midwest Amerika Serikat, dengan ibu kota Saint Paul dan kota terbesar Minneapolis. Negara bagian ini dikenal dengan julukan “Tanah 10.000 Danau” serta memiliki populasi yang beragam, termasuk 11 bangsa pribumi Amerika yang berdaulat.
Baca juga: Minneapolis Desak ICE Angkat Kaki Setelah Warga Venezuela Ditembak