Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat kegiatan Fun Walk bersama calon Petugas Haji 2026. Foto: MI/Akmal Fauzi.
Wamenhaj Jawab Kritik Penerapan Semimiliter Diklat Petugas Haji
Akmal Fauzi • 17 January 2026 11:49
Jakarta: Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjawab kritik semimiliter pada Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Petugas Haji 2026. Dahnil mengeklaim para calon petugas haji gembira mengikuti kegiatan tersebut.
Hal itu disampaikan Dahnil saat mengikuti kegiatan Fun Walk bersama calon Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) lebih dari 1.600 peserta yang telah berlangsung sejak 10 Januari 2026.
Menurut Dahnil, selama sepekan pelaksanaan diklat, terlihat perubahan signifikan pada para peserta. Ia menilai, proses pelatihan yang dijalani mampu mengubah persepsi awal peserta terhadap metode yang diterapkan.
"Di awalnya mereka itu mencibir, bahkan semua peserta itu rata-rata mencibir. Ini militerisme, semi-militer ngapain sih ini Kementerian Haji dan Umrah. Tapi kemudian faktanya setelah satu minggu mereka lalui, mereka dapat kegembiraan," kata Dahnil.
Dahnil menjelaskan, para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan. Ia pun menegaskan kepada publik agar tidak muncul anggapan keliru atau ketakutan berlebihan terhadap konsep pelatihan semi-militer yang diterapkan. Ia menyebutnya dengan istilah military phobia.
Bukan Hanya Baris-berbaris
Dahnil menyampaikan, pelatihan yang berlangsung hingga 30 Januari 2026 tersebut tidak semata-mata berfokus pada aspek fisik atau latihah baris-berbaris. Ada nilai pembentukan karakter yang ingin ditanamkan kepada para calon petugas haji."Kan ada juga tuh netizen misalnya menyebutkan ini ngapain sih Petugas Haji, gembira-gembira, nyanyi-nyanyi," kata Dahnil.
"Itu bentuk kekompakan. Tapi jangan lupa yang mereka lihat kan enggak setiap pagi, setiap siang dan malam. Itu juga diisi dengan bahasa Arab, diisi tentang perhajian, fiqih haji, dan sebagainya," imbuh Dahnil.

Ilustrasi petugas haji. Foto: Metrotvnews.com/Misbaol.
Dahnil menambahkan, untuk mengemban amanah besar dalam melayani jemaah haji, para petugas harus terlebih dahulu memiliki disiplin, kekompakan, dan kegembiraan.
Karena itu, lanjut dia, tanpa kegembiraan, keikhlasan dalam melayani tidak akan tumbuh dengan baik. Sebab, para petugas haji pada akhirnya akan mengemban tugas mulia melayani jemaah haji selama di Tanah Suci.
"Kalau nggak gembira, itu nggak akan muncul keikhlasan untuk melayani. Karena mereka ini akan melayani jemaah haji," ujar Dahnil.