Indonesia Kebanjiran Investasi hingga Rp4 Triliun di KEK Industropolis Batang

Penandatanganan komitmen investasi PT Yosun Tire and Rubber Indonesia kepada KEK Industropolis Batang di Jakarta. Foto: dok KEK Industropolis Batang.

Indonesia Kebanjiran Investasi hingga Rp4 Triliun di KEK Industropolis Batang

Husen Miftahudin • 30 August 2026 09:51

Jakarta: Indonesia kembali kedatangan komitmen investasi sebesar Rp4 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah. Komitmen investasi tersebut datang dari PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Tiongkok, untuk mengembangkan industri pendukung ekosistem otomotif.

Komitmen investasi tersebut disampaikan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Jakarta. CJIBF 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, asosiasi, dan pengelola kawasan industri untuk memperluas peluang investasi di Jawa Tengah.

Forum tersebut diikuti sekitar 400 peserta dan menghasilkan 74 pertemuan dari 36 pelaku usaha yang akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi. Dari rangkaian penjajakan tersebut, tercatat potensi investasi sebesar Rp19,07 triliun.

Adapun investasi Yosun Tire akan dikembangkan di atas lahan sekitar 40 hektare dan berpotensi menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja. Fasilitas yang dikembangkan juga direncanakan menjadi kantor pusat perusahaan di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, investasi tersebut berorientasi pada pasar ekspor.

General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia Weng Jisheng mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan.

"Indonesia memiliki potensi yang besar dan posisi yang penting dalam pengembangan bisnis kami. Kami melihat KEK Industropolis Batang memiliki lokasi yang strategis serta ekosistem industri yang terus berkembang. Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor," ujar Weng, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

Investasi tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok industri otomotif sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas usaha di sekitar kawasan.
 

 

Pemerintah dorong kemudahan investasi


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong iklim investasi yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi pelaku usaha.

"Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah," ujar Luthfi.

Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, investasi yang masuk diharapkan memberikan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembukaan peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.

Diketahui, CJIBF 2026 menjadi forum business matching antara kebutuhan investasi dan peluang usaha di berbagai wilayah Jawa Tengah. Selain diikuti sekitar 400 peserta, forum tersebut menghasilkan 74 pertemuan yang melibatkan 36 pelaku usaha.

Pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi oleh pemerintah daerah. Total potensi investasi yang tercatat dari rangkaian penjajakan tersebut mencapai Rp19,07 triliun.

Komitmen Yosun Tire menjadi salah satu investasi yang muncul dari rangkaian forum tersebut. Investasi ini sekaligus memperkuat pengembangan sektor manufaktur dan ekosistem otomotif di KEK Industropolis Batang.


Danareksa Gandeng KKP Tata Pesisir Kawasan Batang

(Ilustrasi, kawasan KEK Industropolis Batang. Foto: dok KEK Industropolis Batang)

KEK Industropolis Batang tawarkan ekosistem terintegrasi


KEK Industropolis Batang dikembangkan sebagai kawasan industri terintegrasi yang mencakup fungsi industri, logistik, komersial, hunian, serta fasilitas pendukung. Kawasan tersebut menawarkan sejumlah produk untuk memenuhi kebutuhan investor, mulai dari Industrial Land, Bangun Pabrik Siap Pakai (BPSP) atau Standard Factory Building, hingga Modern Warehouse.

Selain itu, tersedia Commercial Land dan Commercial Space untuk mendukung kegiatan bisnis, ritel, dan perkantoran. Kawasan hunian juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, profesional, dan masyarakat di sekitar kawasan. Dari sisi sektor, pengembangan KEK Industropolis Batang mencakup manufaktur, logistik, dan pariwisata.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Angga Brahmana S mengatakan kawasan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan investor yang tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi juga infrastruktur dan fasilitas pendukung.

"Bagi kami, investasi bukan sekadar tentang kesiapan lahan. Yang lebih penting adalah memastikan investor mendapatkan ekosistem yang mendukung kegiatan industrinya secara berkelanjutan mulai dari infrastruktur, konektivitas, hingga dukungan selama menjalankan usaha," papar Angga.

Menurut dia, pengembangan berbagai produk dan fasilitas kawasan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan investor dari berbagai sektor dan skala usaha.

(Husen Miftahudin)