Rayu Toyota Relokasi Produksi ke RI, Purbaya Tawarkan Insentif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu

Rayu Toyota Relokasi Produksi ke RI, Purbaya Tawarkan Insentif

Eko Nordiansyah • 4 August 2026 21:17

Tangerang: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menawarkan pemberian insentif agar perusahaan otomotif Toyota merelokasi pusat produk kendaraan dari Thailand ke Indonesia.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur otomotif sekaligus memperluas rantai pasok industri di dalam negeri.

“Kami akan mendukung Toyota juga, tapi bawa manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia. Kami akan memberikan seluruh insentif yang Anda inginkan,” ujar Purbaya dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Selain fasilitas produksi utama, Purbaya juga mendorong Toyota untuk membawa industri pendukungnya ke dalam negeri, mengingat sejumlah bahan dan komponen yang dibutuhkan sektor otomotif, seperti baja, elektronik, dan bahan kimia, masih banyak dipenuhi melalui impor.

“Jadi, kalau Anda bisa membawa industri pendukung Anda ke sini, saya akan kasih insentif yang cukup atau lebih,” kata dia.

Menkeu mengatakan industri otomotif nasional saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di Indonesia dengan jumlah produksi kendaraan mencapai 2,5 juta per tahun.

Oleh sebab itu, dia memastikan Pemerintah akan memperbaiki iklim investasi secara serius dan menyiapkan insentif yang memadai bagi perusahaan otomotif yang bersedia mengalihkan fasilitas produksinya ke Indonesia.

“Mungkin sebelumnya kami tidak memberikan insentif yang cukup kepada investor asing atau iklim investasinya belum matang. Kami akan memperbaiki iklim investasi dengan serius kali ini,” tutur Purbaya.


(Ilustrasi mobil PHEV Toyota. Foto: Dok istimewa)

Pemerintah segera guyur insentif kendaraan listrik

Di sisi lain, Purbaya juga menyatakan Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan insentif final untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

“Saya kira dalam dua minggu atau tiga minggu dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV lagi, termasuk untuk sekitar 500 ribu sepeda motor listrik dan mobil listrik,” kata Purbaya dalam kegiatan yang sama.

Menurutnya, Pemerintah akan menyalurkan insentif berupa pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen untuk kendaraan dengan kriteria tertentu.

Namun, dia memberi sinyal insentif nantinya hanya akan diberikan untuk mobil listrik murni (BEV). Sementara mobil hibrida dan plug in hibrida (PHEV) tidak termasuk sebagai penerima insentif.

Akan tetapi, dia menambahkan, detail final pemberian insentif akan disampaikan langsung oleh Presiden.

“Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar rencananya adalah EV saja. Battery nickel-based sama battery lithium-based juga berbeda sedikit,” ujar dia.
in:sent epi. Tekan tab untuk menyisipkan.

(Eko Nordiansyah)