Menhaj Minta Vendor Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah di Madinah

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia layanan konsumsi jemaah haji di Madinah, Arab Saudi, Rabu, 3 JUni 2026. Dok. MCH 2026

Menhaj Minta Vendor Tingkatkan Layanan Konsumsi Jemaah di Madinah

Akmal Fauzi • 4 June 2026 07:55

Jakarta: Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf, mengumpulkan 23 pimpinan perusahaan katering penyedia layanan konsumsi jemaah haji di Madinah, Arab Saudi, Rabu, 3 JUni 2026. Gus Irfan ingin memastikan kesiapan layanan konsumsi menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua yang dijadwalkan tiba pada Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Irfan menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dia menekankan tiga aspek krusial yang wajib dipatuhi seluruh vendor, yakni ketepatan gramasi (porsi), ketahanan pangan, dan ketepatan waktu distribusi.

"Pelayanan pada gelombang pertama secara umum sudah berjalan baik. Namun, untuk gelombang kedua, standar tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan," kata Gus Irfan, di Arab Saudi, dikutip pada Kamis, 4 Juni 2026.

Dia tidak menampik adanya sejumlah catatan evaluasi pada fase sebelumnya. Beberapa poin yang disorot meliputi konsistensi gramasi, menjaga cita rasa khas Nusantara, daya tahan makanan, serta manajemen waktu distribusi agar tidak terjadi keterlambatan sampai ke tangan jemaah.

Merespons arahan tersebut, seluruh perwakilan dari 23 perusahaan katering menyatakan kesiapan dan komitmen penuh untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan. Mereka berjanji melakukan perbaikan secara disiplin demi memastikan jemaah mendapatkan asupan gizi yang layak.

Ibadah haji. Metro TV/Misbahol Munir

Baca Juga: 

Patuna Travel Sediakan Fasilitas Mesin Cuci di Penginapan Jemaah Haji

Selain mengevaluasi pihak katering, Gus Irfan memberikan imbauan khusus kepada para jemaah haji. Mengingat lokasi hotel di Madinah mayoritas berada dekat dengan Masjid Nabawi, banyak jemaah yang cenderung menghabiskan waktu lebih lama di masjid untuk beribadah.

Hal itu kerap berdampak pada keterlambatan jemaah dalam menyantap makanan yang telah disediakan di hotel. Akibatnya, makanan tersebut sering kali melewati batas waktu konsumsi yang aman (expired).

"Saya mengimbau kepada jemaah, karena hotel kita dekat dengan Masjid Nabawi, mohon perhatikan waktu makan. Segeralah kembali ke hotel jika sudah masuk jam makan. Perlu diingat, di setiap wadah makanan sudah tertera batas maksimal makanan tersebut aman untuk dikonsumsi," kata Gus Irfan.

Melalui koordinasi ketat dengan penyedia layanan serta kedisiplinan dari para jemaah, pelaksanaan ibadah haji gelombang kedua di Madinah diharapkan dapat berjalan lancar dan pemenuhan nutrisi jemaah tetap terjaga optimal.

(Achmad Zulfikar Fazli)