Pesepakbola Iran Akhirnya Diberi Visa oleh AS untuk Main di Piala Dunia

Pemain timnas Iran dalam sebuah latihan. Foto: Iranian Football Federation

Pesepakbola Iran Akhirnya Diberi Visa oleh AS untuk Main di Piala Dunia

Fajar Nugraha • 6 June 2026 17:10

Teheran: Para pemain sepak bola Piala Dunia Iran telah mendapatkan visa untuk memasuki Amerika Serikat.

Keputusan ini dikeluarkan hanya 10 hari sebelum pertandingan pertama mereka di Los Angeles di tengah konflik antara kedua negara.

“Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh mengatakan, pada Kamis malam bahwa skuad tersebut masih belum menerima visa AS mereka, tetapi visa tersebut telah diberikan semalam,” kata pejabat Gedung Putih, seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu 6 Juni 2026.

Seorang juru bicara federasi Piala Dunia Iran tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

AS belum mengeluarkan visa kepada beberapa anggota staf teknis dan administratif tim Iran, lapor kantor berita semi-resmi Fars pada hari Jumat.

"Visa untuk beberapa anggota staf teknis dan eksekutif tim nasional belum dikeluarkan, dan kedutaan AS sejauh ini menolak untuk mengeluarkannya," kata laporan Fars, tanpa menyebutkan sumber.

Perang Iran telah mengubah Piala Dunia –,ajang olahraga global terbesar,– menjadi kontes geopolitik, dengan kedua pihak tampaknya menggunakan turnamen ini untuk manuver politik.

Ini adalah Piala Dunia pertama, sejak didirikan pada tahun 1930, di mana negara tuan rumah akan menerima negara yang sedang berperang dengannya.

Teheran melakukan negosiasi di menit-menit terakhir untuk memindahkan markas tim dari Arizona ke Tijuana di Meksiko karena masalah visa dan meningkatnya sentimen di Iran bahwa kehadiran tim di Amerika Serikat harus diminimalisir.

Mereka dijadwalkan mendarat di Tijuana pada Minggu pagi.

Iran dijadwalkan memainkan pertandingan pertama Grup G mereka pada 15 Juni melawan Selandia Baru di Los Angeles, di mana mereka juga akan menghadapi Belgia sebelum melawan Mesir di Seattle.

AS tidak pernah secara resmi mengatakan bahwa mereka tidak ingin tim Iran tinggal di wilayahnya, kata duta besar Pasandideh.

Namun, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada anggota parlemen pada Selasa bahwa AS tidak akan mengizinkan Iran untuk memasukkan individu yang terkait dengan Garda Revolusi Islam, cabang yang kuat dari angkatan bersenjata Iran, ke dalam delegasi Piala Dunia mereka.

Mehdi Taj, presiden federasi sepak bola Iran, ditolak masuk untuk undian turnamen di Washington pada bulan Desember. Ia adalah mantan komandan di Garda Revolusi.

Keinginan Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia menggarisbawahi upaya mereka untuk mencapai resolusi dalam perang dengan Washington, kata Pasandideh.

"Partisipasi Iran di Piala Dunia –,bahkan di tanah yang dianggap sebagai musuhnya,– menunjukkan bahwa Iran mencari perdamaian," kata Pasandideh, berbicara melalui penerjemah bahasa Spanyol di kedutaan Iran di Mexico City.

Kemajuan dalam pembicaraan perdamaian antara Iran dan AS berjalan lambat, dengan kedua pihak tampaknya bergerak perlahan menuju kesepakatan sementara meskipun mereka terus melakukan serangan militer.

(Fajar Nugraha)