Petani desa dibina untuk membangun ekonomi. Foto: Media Indonesia
Genjot Ekonomi melalui Komoditas Unggulan Lokal
Rahmatul Fajri • 28 April 2026 19:10
Jakarta: Perekonomian Indonesia digenjot melalui beragam cara, salah satunya mengembangkan komoditas unggulan lokal. Hal tersebut menjadi ujung tombak pembangunan desa.
"Desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 28 April 2026.
Hal tersebut diupayakan melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), dengan fokus pengembangan komoditas unggulan lokal. Melalui integrasi hulu ke hilir, program ini terbukti signifikan meningkatkan taraf hidup petani. Contohnya, di Kabupaten Bandung Barat dan Lombok Utara.
Di Kabupaten Bandung Barat, pihaknya menjalankan kolaborasi "Kampus Berdampak" dengan pendekatan One Village One CEO (OVOC). Program yang telah dirintis sejak 2020 ini fokus pada peningkatan kualitas produk hortikultura seperti selada air, buncis kenya, hingga paprika di lahan seluas 20 hektar.
"Kami ingin memastikan masyarakat memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan," kata Boy.
Hasilnya, kapasitas produksi kini mencapai 15 ton per siklus panen dan berdampak langsung pada kantong petani. Tercatat, pendapatan bulanan petani di wilayah tersebut melonjak drastis dari rata-rata Rp1,2 juta menjadi Rp2,5 juta per bulan.
Sementara itu, di wilayah Nusa Tenggara Barat, pihaknya memperkuat ekosistem komoditas porang di DSA Lombok Utara. Langkah ini dipertegas melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Astra, Kementerian Sosial RI, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani, sebagai penyerap produk (offtaker).
Pendampingan yang dilakukan sejak 2019 di 16 desa ini mencakup pelatihan budidaya, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi. Selain porang, masyarakat setempat juga mengelola komoditas sorgum, kemiri, dan mete.
Dampaknya pun sangat terasa pada kesejahteraan warga. Pendapatan masyarakat yang sebelumnya berada di bawah Rp1 juta per bulan, kini meroket hingga mencapai kisaran Rp3 juta per bulan.

Petani desa dibina untuk membangun ekonomi. Foto: Media Indonesia
Secara nasional, hingga 2025, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa yang tersebar di 180 kabupaten. Secara kolektif, program ini mencatatkan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% dan menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.
Tak hanya di pasar domestik, produk-produk dari 492 desa binaan Astra telah berhasil menembus pasar internasional. Tercatat, ekspor ke 26 negara telah membukukan valuasi total mencapai sekitar Rp411 miliar.