Perkuat Rantai Halal, UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Ilustrasi halal. Foto: Dok. Medcom.id.

Perkuat Rantai Halal, UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Fachri Audhia Hafiez • 1 May 2026 15:22

Jakarta: Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) memperkuat ekosistem halal nasional melalui gelaran Festival Syawal 1447 H. Program yang diinisiasi sejak 2021 ini fokus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk "naik kelas" melalui percepatan sertifikasi halal serta penguatan rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir.

"Bagi kami, pemberdayaan UMK bukan hanya soal menerbitkan sertifikat halal, tetapi membekali mereka agar bisa naik kelas," ujar Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, dikutip melalui keterangannya, dikutip dari Antara, Jumat, 1 Mei 2026.
 


Muti menjelaskan bahwa tahun ini Festival Syawal mengangkat tema khusus terkait penguatan toko bahan baku halal. Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, di mana banyak pelaku UMKM masih kesulitan memperoleh bahan baku yang terjamin kehalalannya untuk proses produksi mereka.

LPPOM menilai penguatan sektor hilir tidak akan maksimal tanpa dukungan ketersediaan bahan baku yang kuat di sektor hulu. Sebagai langkah konkret, LPPOM mulai menginisiasi pengembangan toko bahan baku halal di berbagai daerah, termasuk melalui pilot project di Bogor, serta membuka fasilitasi sertifikasi khusus bagi penyedia bahan baku.


Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Muti Arintawati di sela Puncak Festival Syawal LPPOM 1447 H. Foto: ANTARA/HO-LPOMM.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, turut memberikan apresiasi atas langkah strategis LPPOM. Ia menilai kegiatan ini sangat krusial dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi syariah global. 

"Festival ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Islam global," kata Budi.

Berdasarkan laporan global tahun 2025, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam sektor ekonomi Islam dengan nilai ekspor halal mencapai USD64,42 miliar. Namun, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada, mengingat baru sekitar 24 juta dari 64 juta produk beredar yang telah mengantongi sertifikat resmi.

"Makanan halal bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi barrier utama dalam menjaga kualitas hidup," kata Haikal.

Sinergi antara LPPOM, pemerintah, dan sektor perbankan syariah dalam Festival Syawal ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi UMKM lokal untuk menembus pasar global. Sertifikasi halal kini dipandang bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi strategis untuk membangun kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha di kancah internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)