Format Koalisi Permanen Dinilai Perlu Penegasan Konkret

Politikus Golkar Azis Samual. Istimewa.

Format Koalisi Permanen Dinilai Perlu Penegasan Konkret

Arga Sumantri • 7 January 2026 18:15

Jakarta: Politikus senior Partai Golkar Azis Samual menilai perlu penegasan konkret mengenai format koalisi permanen partai-partai pendukung Presiden Prabowo Subianto. Sebab, koalisi permanen menuntut loyalitas mutlak dan dukungan partai politik yang bersifat tunggal.

"Keanggotaan dalam koalisi ini harus dibarengi dengan integritas politik, partai politik pendukung tidak boleh memiliki sikap mendua," ujar Azis dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2025.

Azis menilai dukungan koalisi yang bulat akan membuat kebijakan Presiden berjalan efektif dan optimal. Sekaligus, memastikan kebijakan kepemimpinan nasional berjalan selaras hingga ke tingkat teknis.

"Soliditas internal adalah kunci agar mesin pemerintahan tidak terhambat oleh agenda terselubung yang kontraproduktif," kata Azis.

Saat ini, kata dia, dunia berada dalam situasi yang sulit diprediksi. Gejolak geopolitik dan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung memberikan tekanan pada situasi domestik. 

"Dalam kondisi krisis atau perubahan yang cepat, Presiden harus memiliki dukungan politik yang sangat kuat untuk mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan efektif tanpa perlu tersandera oleh dinamika tawar-menawar politik dagang sapi," beber Azis.

Koalisi permanen dinilai merupakan instrumen utama untuk menciptakan stabilitas politik dan pemerintahan. Stabilitas politik merupakan prasyarat mutlak bagi pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi. 

Menurut dia, energi bangsa ini tidak boleh terkuras habis dalam kegaduhan politik yang tidak perlu. Azis bilang tanpa stabilitas politik, pembangunan nasional tidak akan berjalan dengan efektif. 

"Koalisi permanen ini bukan sekadar instrumen kekuasaan. Melainkan benteng pertahanan politik untuk menjaga kedaulatan negara dan memastikan keberlanjutan pembangunan di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," pungkas Azis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)