Kapal KRI I Gusti Ngurah Rai. (pal.co.id)
TNI AL Komentari Rencana Latihan Maritim Tiongkok-RI, Pastikan Bukan Pelatihan Perang
Willy Haryono • 12 August 2026 15:53
Jakarta: TNI Angkatan Laut memberikan klarifikasi mengenai kegiatan passing exercise atau Passex yang dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam perjalanan kembali ke Indonesia setelah mengikuti Exercise Orruda 2026 di Vladivostok, Rusia.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai rencana kegiatan bersama Angkatan Laut Tiongkok dan Indonesia di perairan sebelah timur Taiwan yang mendapat kecaman dari pemerintah Taiwan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadisp??al) Laksamana Pertama TNI Tunggul, M.Han., menjelaskan bahwa KRI I Gusti Ngurah Rai akan melaksanakan passing exercise dengan negara-negara yang wilayah perairannya dilewati selama perjalanan lintas laut dari Vladivostok menuju Indonesia.
"Selama perjalanan lintas laut KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 dari Vladivostok Rusia sampai kembali ke Tanah Air akan melaksanakan latihan Passing Exercise dengan negara-negara yang akan dilewati," kata Tunggul dalam keterangan tertulis kepada awak media, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut TNI AL, Passex tersebut bukan merupakan latihan perang atau war fighting. Kegiatan tersebut merupakan tradisi yang lazim dilakukan oleh angkatan laut berbagai negara ketika kapal perang melintas di wilayah perairan negara lain.
"Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi Navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," ujarnya.
Bagian dari Diplomasi Maritim
TNI AL juga menjelaskan bahwa Passex tidak semata-mata merupakan kegiatan latihan, tetapi menjadi bagian dari interaksi dan hubungan baik antarangatan laut."Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," kata Tunggul.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang membuka ruang bagi kerja sama dengan berbagai negara.
"Politik luar negeri Indonesia Bebas Aktif memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," ujarnya.
Sebelumnya, Taiwan mengecam rencana kegiatan angkatan laut Tiongkok dan Indonesia di perairan timur Taiwan sebagai "provokasi berbahaya".
Taiwan menilai kegiatan tersebut berpotensi digunakan Beijing untuk menciptakan kesan bahwa Tiongkok memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan.
Namun, berdasarkan klarifikasi TNI AL, kegiatan yang melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai tersebut merupakan passing exercise yang dilakukan sebagai bagian dari tradisi dan diplomasi maritim, bukan latihan tempur bersama yang ditujukan terhadap pihak tertentu.
Baca juga: Taiwan Kecam Latihan Angkatan Laut Tiongkok-Indonesia, Sebut Provokasi Berbahaya