Ilustrasi siaran live streaming e-commerce. Istimewa
Siaran Langsung Jadi Penggerak Baru Pertumbuhan Transaksi Digital
Whisnu Mardiansyah • 9 September 2026 21:27
Jakarta: Perdagangan digital di Indonesia terus mengalami perubahan seiring bergesernya cara konsumen menemukan hingga membeli produk. Salah satu perkembangan yang semakin menonjol ialah pemanfaatan siaran langsung atau live streaming sebagai sarana berbelanja.
Aktivitas tersebut melahirkan tren live commerce, yakni model perdagangan digital yang menggabungkan siaran langsung, interaksi antara penjual dan konsumen, serta transaksi dalam satu aktivitas belanja.
Riset NielsenIQ terhadap 1.016 pengguna internet di 41 kota di Indonesia menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap live shopping, terutama selama periode Mega Sales. Sebanyak 78 persen responden memilih live shopping sebagai fitur yang paling disukai.
Tidak hanya menarik perhatian konsumen, siaran langsung juga mulai memengaruhi perilaku belanja. Sebanyak 51 persen responden mengaku berbelanja lebih sering melalui sesi live, sedangkan 44 persen menyatakan mengeluarkan lebih banyak uang ketika berbelanja melalui live shopping dibandingkan pembelian reguler.
Data tersebut memperlihatkan peran siaran langsung dalam perkembangan perdagangan digital. Interaksi secara real time memberikan ruang bagi konsumen untuk melihat produk, memperoleh informasi, mengajukan pertanyaan, hingga mempertimbangkan pembelian dalam satu sesi.
Perkembangan live commerce juga membuat siaran langsung mulai dilihat brand sebagai salah satu channel penjualan. Aktivitas yang sebelumnya banyak digunakan untuk kebutuhan promosi atau kampanye kini berkembang menjadi bagian dari strategi bisnis digital.
Perubahan tersebut turut mendorong hadirnya layanan yang membantu jenama mengelola aktivitas live streaming secara lebih terstruktur. Konsep ini membutuhkan brand dari sisi host dan talent, konsep kreatif, produksi, hingga operasional.
Keberagaman brand yang memanfaatkan layanan live streaming memperlihatkan penggunaan siaran langsung dalam perdagangan digital tidak terbatas pada satu kategori produk. Bagi brand, aktivitas tersebut dapat digunakan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun interaksi dengan konsumen.
Founder LYVE.IN Iman Hakiki , melihat potensi siaran langsung semakin besar seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan melalui platform digital.
“Kami melihat live streaming punya potential yang besar sebagai salah satu channel penjualan. tapi untuk bisa scale, brand membutuhkan lebih dari sekadar talent yang tampil di depan kamera. ada strategy, format, production, dan execution yang harus berjalan bersama,” ujar Iman dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 9 September 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Pengalaman Kiki di industri live streaming turut menjadi salah satu dasar dalam pengembangan LYVE.IN. Sejak 2021, Kiki aktif sebagai host live streaming di platform e-commerce dan terlibat dalam berbagai program bersama sejumlah figur publik Indonesia, termasuk Nagita Slavina dan Raffi Ahmad, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, serta Gisella Anastasia.
Dari pengalaman tersebut, Kiki melihat interaksi antara audiens dan produk menjadi salah satu unsur penting dalam sesi siaran langsung. Pertanyaan konsumen, respons terhadap produk, hingga momentum ketika audiens memutuskan melakukan pembelian menjadi bagian dari dinamika perdagangan melalui siaran langsung.
“Sebagai host, saya melihat langsung bagaimana audience merespons sebuah produk. dari pertanyaan yang muncul, cara mereka berinteraksi, sampai momen ketika audience akhirnya tertarik untuk membeli. pengalaman itu kemudian kami bawa ke LYVE.IN dari sisi yang lebih business oriented,” kata Kiki.
Perkembangan live commerce juga mengubah posisi siaran langsung dalam strategi perdagangan digital. Jika sebelumnya lebih identik dengan aktivitas pemasaran, kini live streaming mulai dipandang sebagai kanal penjualan yang membutuhkan pengelolaan secara konsisten.
Temuan NielsenIQ memperkuat tren tersebut. Tingginya preferensi konsumen terhadap live shopping pada periode Mega Sales berjalan beriringan dengan meningkatnya frekuensi serta nilai belanja melalui sesi siaran langsung.
Dalam praktiknya, pengembangan live streaming sebagai kanal perdagangan membutuhkan sejumlah unsur yang saling terhubung. Mulai dari pemilihan talent, format acara, arahan kreatif, produksi, hingga dukungan operasional dengan mempertimbangkan karakter produk, target audiens, platform, serta tujuan bisnis brand.
“Kami ingin brand melihat live streaming sebagai business channel, bukan hanya aktivitas marketing. ketika formatnya sudah tepat dan execution-nya konsisten, channel ini punya ruang untuk terus dioptimalkan dan di-scale,” lanjut Kiki.
Platform ini dikembangkan bersama Aldo Putra Sanjaya dan Hamdya Jaka Pradana sebagai partner bisnis. Ketiganya membawa perspektif dan pengalaman dalam mengembangkan layanan B2B yang berfokus pada kebutuhan brand serta pertumbuhan penjualan online.
Pertumbuhan live commerce memperlihatkan perubahan dalam pola perdagangan digital. Konsumen tidak hanya menggunakan platform digital untuk mencari produk, tetapi juga dapat berinteraksi secara langsung sebelum mengambil keputusan pembelian.
Seiring kebiasaan tersebut berkembang, siaran langsung berpotensi menjadi bagian semakin penting dari ekosistem perdagangan digital. Bagi brand, live streaming tidak hanya menjadi ruang untuk berkomunikasi dengan konsumen, tetapi juga salah satu channel untuk mendorong aktivitas penjualan secara langsung.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi digital terus mengubah cara brand berinteraksi dengan konsumen dan menjalankan perdagangan secara daring.