Gunung Sinabung (Dokumentasi/ Istimewa)
Hujan Deras Picu Banjir Lahar Gunung Sinabung, 3 Desa Terdampak
Bayu Anggoro • 10 September 2026 19:31
Karo: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membenarkan banjir lahar terjadi di kawasan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada Rabu, 9 September 2026. Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan banjir tersebut terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.
"Jadi betul kami sudah langsung mengecek ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, dan teman-teman di sana memang melaporkan bahwa pada tanggal 9 September itu ada banjir lahar," kata Rita di Bandung, Kamis, 10 September 2026.
Rita menjelaskan, banjir lahar terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan gunung tersebut. Banjir lahar melewati aliran Sungai Laborus dan Mardinding.
Meski tidak merinci, Rita menyebut ada tiga desa yang terdampak, yakni Desa Perbaji, Sukatende, dan Sigarang-garang. "Semua kawasan ini sudah masuk dalam kawasan zona rawan bencana Gunung Api Sinabung," ucapnya.
Ia memastikan tidak ada korban dalam terjadinya banjir lahar di Gunung Sinabung. Pihaknya tetap mengimbau warga di sekitar tetap berhati-hati.
"Sudah ada di situ dengan informasi harap berhati-hati terhadap potensi adanya banjir lahar ketika hujan lebat terjadi," imbaunya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, erupsi yang menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter. ANTARA/AdeFriadi
Rita menjelaskan, lahar terbentuk dari sisa material erupsi yang berukuran kecil hingga besar. Material tersebut kemudian bercampur dengan air dan terbawa aliran sungai.
"Kenapa itu berbahaya? Karena memang material yang terbawanya itu bisa dari ukuran kecil sampai ukuran besar sehingga ada potensi untuk membahayakan," jelasnya.
Dia mengingatkan warga sekitar agar menghindari aliran sungai yang hulunya berada di gunung tersebut. "Untuk mencegah atau apa namanya preparasi kalau seandainya terjadi banjir lahar," tambahnya.