Dinkes Tangsel Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit Antisipasi Hantavirus

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Dinkes Tangsel Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit Antisipasi Hantavirus

Hendrik Simorangkir • 15 May 2026 20:28

Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiagakan fasilitas layanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, dan stabilisasi pasien terkait kasus Hantavirus. Warga Tangsel juga diminta waspada terhadap risiko penularan penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, hingga saat ini belum ada temuan maupun laporan kasus Hantavirus di Kota Tangsel.

"Berdasarkan data pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta surveilans penyakit infeksi emerging, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Tangsel," ujar Allin di Tangsel, Jumat, 15 Mei 2026.
 


Pihaknya memperkuat kewaspadaan melalui penguatan surveilans berbasis indikator maupun Surveilans Berbasis Kejadian melalui SKDR. Langkah ini dilakukan untuk memantau tren kasus ISPA, pneumonia, Severe Acute Respiratory Infection (SARI), serta sindrom demam dengan gejala tidak spesifik.

"Kami juga meningkatkan deteksi dini di puskesmas dan rumah sakit melalui pendekatan surveilans penyakit infeksi emerging, serta koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam kesiapsiagaan penanggulangan penyakit," ungkap Allin.

Pihaknya menyiagakan fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas, untuk melakukan deteksi dini, penanganan awal, dan stabilisasi pasien. Selain itu, kata Allin, juga diterapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan.

"Kami juga menyiapkan ruang isolasi sementara di fasilitas pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, serta koordinasi dengan laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen sesuai standar biosafety," jelas Allin. 


Ilustrasi virus. Foto: Medcom.id.


Menurut Allin, penyakit Hantavirus merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh Orthohantavirus yang ditularkan dari tikus dan celurut. Virus tersebut dapat menular melalui cairan tubuh, mulai dari urine, feses, saliva, hingga debu yang terkontaminasi.

"Secara klinis, penyakit ini dapat menimbulkan dua bentuk utama, yaitu Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), dengan gejala mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat," ungkap Allin.

Allin mengimbau masyarakat Tangsel untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga daya tahan tubuh, mengontrol penyakit penyerta, serta menggunakan masker saat mengalami gejala sakit.

"Masyarakat juga diminta menghindari kontak dengan tikus atau celurut beserta kotorannya, menutup akses masuk hewan pengerat ke dalam rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan pembersihan menggunakan metode pel basah apabila ditemukan jejak keberadaan tikus," terang Allin. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)