Hadapi Kemarau 2026, BPBD Temanggung Siapkan 50 Tangki Air Bersih

Mobil tangki BPBD Kabupaten Temanggung mengisi tandon air di SD Negeri 2 Jetis, Selopampang, Kabupaten Temanggung, Minggu lalu. ANTARA/HO - BPBD Kabupaten Temanggung

Hadapi Kemarau 2026, BPBD Temanggung Siapkan 50 Tangki Air Bersih

Lukman Diah Sari • 8 May 2026 15:19

Temanggung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026, termasuk penyediaan bantuan droping air bersih dengan 50 tanki air bersih. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah, menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Untuk tahun ini memang kami menyediakan air bersih 50 tangki, tetapi nanti melihat situasi dan kondisi. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca kemarau kering diprediksi sampai awal Oktober dengan puncaknya pada September 2026. Ini cukup panjang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Jumat, 8 Mei 2026, melansir Antara.


Mobil tangki BPBD Kabupaten Temanggung mengisi tandon air di SD Negeri 2 Jetis, Selopampang, Kabupaten Temanggung, Minggu lalu. ANTARA/HO - BPBD Kabupaten Temanggung

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang terparah dalam tiga dekade terakhir. Kondisi tersebut membuat BPBD meningkatkan kewaspadaan, mengingat pengalaman pada tahun 2023 Temanggung mengalami dampak kekeringan yang cukup serius.

"Kita melihat dari kejadian tahun 2023 saja, Temanggung itu sudah luar biasa. Droping air bersih saat itu mencapai lebih dari 150 tangki," jelas dia.

Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD Temanggung juga menyiapkan sarana dan prasarana penanganan karhutla di sejumlah kawasan pegunungan. Peralatan tersebut ditempatkan di tiga gunung, yakni Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau dengan melibatkan relawan serta komunitas setempat.

Di kawasan Gunung Sumbing, BPBD menitipkan peralatan kepada relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kruisan, di Gunung Sindoro peralatan disiagakan bersama komunitas Grasindo, termasuk tiga unit pompa air. Adapun di kawasan Gunung Prau, perlengkapan ditempatkan di Basecamp Wates dan bersama relawan SAR Gunung Prau.

“Manakala terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, penanganannya bisa lebih cepat. Walaupun kadang kendalanya kita belum tahu harus mengambil air dari mana, tetapi paling tidak ketika ada kejadian kita bisa droping tangki lalu menyambung dengan alat-alat yang kita bawa ke titik yang bisa dijangkau," ungkap dia.

BPBD juga telah menyiapkan sejumlah pompa air berbagai ukuran. Dua unit pompa disiagakan di kantor BPBD, sementara lainnya disebar di tiga kawasan gunung untuk memudahkan mobilisasi saat terjadi kebakaran hutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)