Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma dalam forum Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Metro TV/Iqbal
Bapanas Sebut Cadangan Beras Tembus 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah
Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 17:18
Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatkan pencapaian dalam memperkuat tata kelola pangan nasional. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog menyentuh angka tertinggi sepanjang sejarah.
"Angka cadangan beras pemerintah kita yang dikelola Bulog untuk per hari ini sudah mencapai 5,3 juta ton," ujar Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma dalam forum Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Yudhi mengatakan pencapaian ini menunjukkan pasokan pangan pokok di dalam negeri dalam kondisi aman. Penguatan stok nasional dapat meredam keresahan masyarakat terhadap gejolak harga komoditas pokok.
Yudhi menjelaskan pengendalian inflasi dan penjagaan pasokan pangan saling berkaitan. Oleh karena itu, penguatan cadangan beras pemerintah dapat mengantisipasi potensi defisit pasokan.
"Kalau kita bicara kaitannya dengan pengendalian inflasi pangan, ini bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, erat kaitannya dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan," ujar Yudhi.
.jpg)
Ilustrasi beras. Dok istimewa
Baca Juga:
Mentan Bantah Stok Beras Langka, Seluruh Gudang Terisi Penuh |
Meski stok beras berada di zona aman, Bapanas mengimbau seluruh pemangku kebijakan tetap mengawal stabilitas harga pangan harian. Pengawasan perlu dilakukan kepada komoditas yang rentan terhadap fluktuasi harga, seperti cabai dan bawang merah.
Sebagai strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, Bapanas menekankan pentingnya mengombinasikan kekuatan produksi pangan dalam negeri dengan kesadaran diversifikasi konsumsi berbasis kearifan lokal di masyarakat.
"Kearifan lokal yang menjadi kekayaan pangan lokal harus kita gugah dan itu menjadi ketahanan pangan kuat di masa depan," ujar Yudhi.