Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
BSN Masuk Ekosistem Muhammadiyah, Sasar Jutaan Anggota hingga Ribuan Amal Usaha
Ade Hapsari Lestarini • 13 June 2026 07:28
Jakarta: PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menggarap potensi ekonomi raksasa milik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui penyediaan jasa perbankan syariah terintegrasi. Langkah ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk mendorong kesejahteraan ekonomi umat secara riil di lapangan dengan layanan keuangan syariah yang semakin inklusif.
Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional penunjang jasa perbankan terintegrasi pada Jumat, 12 Juni 2026 di Jakarta. Komitmen ini diteken oleh Direktur Network & Retail Funding BSN, Ari Kurniaman, bersama Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib.
Agenda ini juga dihadiri oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, jajaran direksi BSN, rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jabodetabek, serta perwakilan asosiasi pengembang properti nasional (REI, APERSI, HIMPERRA, APSI, PI, APERNAS, dan ASPRUMNAS).
Sinergi skala besar ini menjadi kelanjutan konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah diteken oleh Direktur Utama BSN Alex Sofyan Noor bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada 24 Februari 2026 lalu di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Hanya butuh waktu kurang dari tiga bulan bagi kedua pihak untuk menurunkan payung kerja sama tersebut ke tingkat PKS yang operasional dan implementatif.
Direktur Utama BSN, Alex Sofyan Noor mengatakan kolaborasi berdurasi lima tahun ini dirancang dengan fokus untuk mempermudah operasional persyarikatan serta ribuan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Selain itu, langkah ini merupakan pengejawantahan dari Maqashid Syariah demi kemaslahatan dan keselamatan umat.
"Maksud dan tujuan utama dari kerja sama ini adalah sebagai dasar untuk mengoptimalisasi pemanfaatan jasa layanan perbankan syariah yang saling menguntungkan. Kami ingin menghadirkan solusi keuangan produktif yang langsung menyentuh para anggota, guru, dan karyawan di lingkungan Muhammadiyah, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi umat," ujar Alex di Jakarta, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.
Merespons hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menyampaikan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah yang inklusif memandang Islam tidak sekadar ritual batiniah, melainkan instrumen nyata yang harus hadir demi kemaslahatan masyarakat luas.
"Kerja sama dengan BSN ini diharapkan mampu menjadi daya dukung finansial bagi ribuan Amal Usaha Muhammadiyah, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa topangan sektor perbankan," ungkap Irwan.

BSN menyasar ekosistem Muhammadiyah dari hulu ke hilir
Secara khusus, Irwan menitipkan pesan humanis terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul dan kesejahteraan para pengajar di lingkungan persyarikatan. Muhammadiyah, lanjutnya, memiliki basis siswa dan mahasiswa yang mayoritas berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah namun punya semangat juang tinggi untuk belajar.
"Kami berharap BSN hadir memberikan solusi konkret melalui skema beasiswa atau pembiayaan penyelesaian studi bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan dana. Di sisi lain, kami juga mendorong kolaborasi pengadaan perumahan bagi para guru, dosen, dan karyawan yang belum memiliki rumah, dengan memanfaatkan keahlian serta rekam jejak program KPR Sejahtera milik BSN," tambah Irwan.
Melalui kerja sama ini, BSN dipastikan menyasar ekosistem Muhammadiyah dari hulu ke hilir. Di segmen ritel, anggota persyarikatan bakal difasilitasi Kartu Debit Co-Brandin khusus yang terhubung langsung dengan aplikasi Muhammadiyah 'Aisyiyah Super Apps (MASA). Layanan tabungan menggunakan produk BSN Tabungan Berkah Wadiah dengan setoran awal ringan Rp50 ribu dan bebas biaya administrasi bulanan.
Tak hanya itu, pengelolaan gaji (payroll) guru dan staf AUM kini dialihkan ke BSN. Pemindahan ini dibarengi dengan kemudahan akses pembiayaan konsumer, mulai dari cicil emas, pembiayaan haji dan umrah, hingga KPR Sejahtera bersubsidi dengan uang muka mulai satu persen.
Di sektor perumahan, BSN telah menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 980 unit kepada warga Muhammadiyah, yang terdiri atas 835 unit KPR Subsidi dan 145 unit KPR Non-Subsidi. Lebih spesifik, BSN kini mulai mengawinkan potensi AUM dengan developer mitra lewat proyek Perumahan Panorama Kemang Bogor yang dikhususkan bagi dosen serta karyawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Sementara sektor produktif, BSN menyuntik modal kerja komersial khusus bagi AUM dengan skema margin miring mulai 7,25 persen per tahun dan diskon biaya administrasi sebesar 50 persen. Fasilitas ini menyasar pembiayaan pembangunan perumahan komersial (BSN Yasa Griya), pengadaan lahan, hingga modal kerja kontraktor.
Guna mendukung transparansi transaksi, kas operasional sekolah, rumah sakit, dan unit bisnis Muhammadiyah akan dimodernisasi menggunakan platform Bale Syariah by BSN yang kini dilengkapi fitur Islami (jadwal salat, arah kiblat, juz amma, lokasi masjid).
Kepercayaan besar Muhammadiyah ini sejalan dengan fundamental BSN yang tumbuh agresif. Per Mei 2026, total aset BSN melesat 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) mencapai Rp78,21 triliun. Sisi intermediasi juga moncer, ditopang penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp61,15 triliun (naik 14 persen YoY). Pada pos profitabilitas, laba tahun berjalan perseroan terkerek naik hingga 40% YoY dengan capaian menembus Rp473 miliar.
Di sektor digital, aplikasi mobile banking Bale Syariah yang baru meluncur Februari lalu berhasil mengamankan 187.319 pengguna aktif dengan volume transaksi Rp3,51 triliun dari total 1.470.964 transaksi. Ke depan, seluruh dana penempatan DPK Muhammadiyah di BSN akan dikonsolidasikan sebagai acuan penentuan limit plafon pembiayaan lanjutan.