Tampil di JJN Season 5, Jamur Crispy Nya Nyok Usung Konsep Healthy Snack

Owner Jamur Nyanyok, dok: Metro TV

Tampil di JJN Season 5, Jamur Crispy Nya Nyok Usung Konsep Healthy Snack

Putri Purnama Sari • 14 June 2026 18:19

Jakarta: Usaha olahan jamur tiram asal Bandar Lampung, Shisha Mandiri Jaya, mendapat kesempatan mempresentasikan bisnisnya di hadapan para panelis Juragan Jaman Now Season 5 Metro TV, bisnis ini mengembangkan produk Jamur Crispy Nya Nyok yang menyasar pasar camilan sehat atau healthy snack.

Dalam video profil yang ditayangkan sebelum presentasi, pemilik bisnis Yan Mensana menjelaskan bahwa bisnis tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap harga jual jamur tiram yang kerap mengalami penurunan saat musim panen.

Saat ini, Jamur Crispy Nya Nyok telah memiliki berbagai varian rasa, sertifikat halal, serta izin dari Dinas Kesehatan.

Andalkan Tren Healthy Snack


Jamur Nya Nyok, dok: Metro TV

Dalam presentasinya, Yan Mensana menjelaskan bahwa produknya hadir sebagai alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan produk sejenis di pasaran.

Menurutnya, salah satu permasalahan yang masih banyak ditemukan pada pasar makanan ringan adalah tingginya kandungan kalori dan lemak.

"Kami memiliki solusi yakni Jamur Crispy Nya Nyok, memiliki kandungan gizi yakni rendah kalori, Vitamin B, kaya serat dan kalium," kata Yan dalam tayangan Juragan Jaman Now season 5, yang dikutip Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa keunggulan utama produknya terletak pada posisi sebagai camilan yang mengikuti tren healthy snack yang terus berkembang.

Penjualan Didominasi Kanal B2B

Shisha Mandiri Jaya saat ini mengandalkan strategi distribusi multi-channel. Sebagian besar penjualan berasal dari segmen B2B yang mencapai 80 hingga 90 persen.

Produk mereka telah dipasarkan melalui berbagai kanal seperti ritel modern, toko bakery, toko oleh-oleh, hingga distributor. Sementara itu, kontribusi penjualan dari segmen B2C dan B2G masih berada di kisaran 10 hingga 15 persen.

Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, Yan membuka peluang kerja sama dalam bentuk investasi yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat pemasaran.

Irwan Mussry Pertanyakan Keseimbangan Profitabilitas

Panelis Irwan Mussry menyoroti komposisi penjualan Shisha Mandiri Jaya yang masih sangat bergantung pada kanal B2B. Menurutnya, penjualan langsung kepada konsumen atau B2C biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi.

Irwan kemudian mempertanyakan strategi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara volume penjualan dan profitabilitas agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.
 

Reino Barack dan Sebastian Togelang Soroti Ketebalan Tepung

Sementara itu, panelis Reino Barack memberikan masukan terkait kualitas produk yang disajikan. Meski mengapresiasi rasa dan kualitas bahan baku jamur yang digunakan, Reino menilai lapisan tepung pada produk terlalu tebal sehingga mengurangi kesan sehat yang ingin dibangun oleh brand.

"Menurut saya pribadi ya, tepungnya terlalu banyak. Jadi memberikan kesan snack-nya yang healthy itu menjadi kurang healthy," ujar Reino.

Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas jamur yang digunakan sebenarnya cukup baik sehingga sayang jika tertutup oleh lapisan tepung yang dominan.

"Raw material jamurnya itu bagus gitu. Jadi kenapa harus malah di-coating oleh tepung yang tebal, sayang sih menurut saya pribadi," lanjutnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Sebastian Togelang yang mengaku merasakan tekstur produk menjadi cukup berat saat dikonsumsi.

"Saya setuju, tepungnya itu kebanyakan," ucap Sebastian.

Menanggapi hal tersebut, Yan menjelaskan bahwa penggunaan tepung yang lebih tebal dilakukan untuk mengatasi kadar air jamur yang tinggi.

Ia menjelaskan bahwa satu kilogram jamur hanya mampu menghasilkan sekitar tiga kemasan produk sehingga lapisan tepung menjadi salah satu cara untuk menjaga efisiensi produksi.

"Karena saat ini memang prosesnya kan memang kita buat crispy karena kandungan kadar airnya tinggi, jadi kita ngakalinnya itu ya tepungnya ditebelin," ujar Yan.

Dalam sesi pendalaman, Reino Barack juga menanyakan kesiapan Shisha Mandiri Jaya untuk masuk ke jaringan minimarket modern. Menurut Yan, pihaknya telah beberapa kali melakukan diskusi dengan calon mitra ritel terkait mekanisme distribusi dan kerja sama penjualan.

Namun, Reino menilai informasi tersebut seharusnya sudah dimasukkan ke dalam presentasi karena dapat menjadi nilai tambah bagi calon investor.

Skema Bagi Hasil Dinilai Kurang Menarik


Panelis JJN season 5, dok: Metro TV

Salah satu momen yang paling mendapat perhatian terjadi ketika panelis menanyakan bentuk kerja sama yang ditawarkan kepada investor.

Yan menjelaskan bahwa dirinya menawarkan skema bagi hasil dengan pembagian keuntungan 70 persen untuk perusahaan dan 30 persen untuk investor. Mendengar penjelasan tersebut, Reino Barack memberikan tanggapan yang cukup tegas.

"Itu tidak fair. Sama sekali nggak menarik dan tidak fair menurut saya," kata Reino.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan pentingnya menyusun proposal investasi yang realistis dan menarik bagi calon investor.

Di akhir sesi, panelis Rex Marindo memberikan apresiasi atas pencapaian bisnis yang telah diraih Shisha Mandiri Jaya. Meski demikian, ia menilai Yan masih perlu memperdalam pemahaman mengenai aspek keuangan dan investasi agar lebih siap ketika bertemu calon investor.

"Sebagai seorang entrepreneur, satu hal yang perlu sekali untuk dikuasai itu adalah finance," ujar Rex.

Menurut Rex, kemampuan memahami perhitungan bisnis secara cepat dan tepat merupakan salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan investor.

"Itung-itungan begini harus di luar kepala. Karena itu yang akan bisa meyakinkan investor yang serius," lanjutnya.
 

Mentor Nilai Pesan Healthy Snack Belum Tersampaikan Kuat

Mentor Tom MC Ifle melihat bahwa konsep yang diusung Shisha Mandiri Jaya sebenarnya memiliki potensi besar. Ia bahkan menilai mimpi Yan untuk membangun brand camilan berbahan dasar jamur menyerupai produk rumput laut populer dari Thailand cukup menarik.

Namun, Tom menilai terdapat ketidaksesuaian antara pesan healthy snack yang ingin dibangun dengan pengalaman produk yang dirasakan para panelis.

"Tapi ternyata, penerimaan dari juri, kelihatannya kata-kata sehat tidak sebanding dengan tebalnya tepung yang mereka rasakan," ujar Tom.

Menurutnya, masukan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi penting untuk penyempurnaan produk ke depannya. Meski mendapatkan sejumlah kritik dan masukan, Shisha Mandiri Jaya tetap memperoleh apresiasi atas perkembangan bisnis yang telah dibangun. 

Dengan pasar yang sudah berjalan dan omzet yang terus bertumbuh, panelis menilai bisnis ini memiliki peluang untuk berkembang lebih besar apabila mampu memperkuat positioning produk serta menyusun strategi investasi yang lebih matang.

(Fachri Audhia Hafiez)