Perkuat Ketahanan Pangan, Permindo Dorong Penyerapan Ayam dan Telur Nasional

Ilustrasi. Foto: dok MI/Taufan.

Perkuat Ketahanan Pangan, Permindo Dorong Penyerapan Ayam dan Telur Nasional

Deny Irwanto • 11 June 2026 00:13

Jakarta: Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kondisi peternak unggas yang tengah menghadapi tantangan usaha akibat ketidakseimbangan pasar. Organisasi tersebut menilai langkah dialog yang dilakukan pemerintah menjadi bagian penting dalam mencari solusi berkelanjutan bagi sektor perunggasan nasional.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyampaikan persoalan yang dihadapi peternak tidak hanya dirasakan oleh peternak ayam petelur, tetapi juga peternak ayam pedaging (broiler) yang saat ini menghadapi tekanan harga jual yang berada di bawah biaya produksi.

"Permindo berharap pemerintah juga membuka ruang dialog yang setara bagi peternak broiler rakyat agar kondisi yang terjadi di lapangan dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari perumusan kebijakan nasional sektor perunggasan," kata Kusnan dalam keterangan pers dikutip, Rabu, 10 Juni 2026.

Kusnan menjelaskan saat ini peternak broiler menghadapi kenaikan biaya produksi yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2026, harga pakan mengalami kenaikan akumulatif sekitar Rp800 per kilogram dengan harga saat ini berada pada kisaran Rp8.800 hingga Rp9.400 per kilogram. Di sisi lain, harga DOC final stock saat panen masih berada pada kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per ekor.

Kondisi tersebut menyebabkan Harga Pokok Produksi (HPP) broiler diperkirakan telah mencapai Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram live bird. Namun di lapangan, harga jual live bird di wilayah Jabodetabek dan Banten masih berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

"Tantangan utama yang dihadapi peternak saat ini bukan semata persoalan produksi, melainkan bagaimana memperluas pasar agar produksi ayam dan telur nasional yang melimpah dapat terserap secara optimal," jelasnya.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Taufan.

Atas dasar itu, organisasi tersebut mendorong keterlibatan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), BULOG, serta BUMN Pangan untuk membangun sistem distribusi dan penyerapan yang lebih kuat.

Permindo mengusulkan sejumlah langkah strategis, antara lain memperluas akses produk unggas di jaringan ritel modern nasional, membangun mekanisme penyerapan ayam dan telur melalui BULOG dan BUMN Pangan, serta mengintegrasikan produk unggas ke dalam berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan stunting, bantuan sosial pangan, hingga kebutuhan lembaga pendidikan dan institusi negara.

Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong penguatan distribusi antarwilayah dan antarpulau melalui dukungan logistik nasional, pengembangan rantai dingin (cold chain), pembangunan cold storage regional, serta penyusunan peta produksi dan kebutuhan unggas nasional yang lebih akurat.

Permindo juga mengusulkan pembentukan Cadangan Protein Hewani Nasional berbasis ayam dan telur. Langkah ini dinilai dapat menjadi instrumen stabilisasi ketika terjadi kelebihan maupun kekurangan pasokan di pasar.

 

(Deny Irwanto)