Ilustrasi. Foto: MI/Adam Dwi.
Respons Putusan MSCI, IHSG Naik 0,56% ke Level 6.135 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 24 June 2026 09:45
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan seiring dengan putusan MSCI yang kembali menetapkan status pasar modal Indonesia berada dalam kategori Emerging Market.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 24 Juni 2026, IHSG berada di posisi 6.128,271. Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.34 WIB, IHSG sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya melejit sebanyak 34,338 poin setara 0,56 persen ke level 6.135,671.
Adapun sebanyak 344 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 189 saham lainnya melemah dan 182 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.34 WIB sebanyak Rp2,611 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,888 miliar saham.
| Baca juga: IHSG Turun 15 Poin ke Level 6.101 Sore Ini |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpeluang short term teknikal rebound
Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana menyampaikan IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini. Meski demikian, ia meminta investor untuk hati-hati karena IHSG masih rentan terkoreksi.
"Diperkirakan support IHSG di level 6.060-6.000 dan resist IHSG pada level 6.160-6.190," ungkap Lutfi dalam riset hariannya.
Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Pelemahan dipimpin oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor yang memicu gelombang koreksi di pasar global. Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 2,21 persen, S&P 500 turun 1,44 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen.
Di sisi lain, Bursa Asia turun signifikan pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,55 persen, dan Topix melemah 2,56 persen. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,82 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,34 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,33 persen, dan CSI 300 China turun 2,77 persen.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 10 persen, dan Kosdaq merosot 7,94 persen. Di sisi lain, Straits Times naik tipis 0,03 persen dan FTSE Malaysia melemah 1,23 persen. Pelemahan di pasar saham Korea Selatan, menyebabkan trading halt (penghentian perdagangan sementara). Penurunan dipicu oleh meningkatnya tekanan aksi ambil untung dari investor asing.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin, 23 Juni 2026, ditutup turun 0,25 persen ke level 6.101,33 dan disertai dengan net sell asing sebesar Rp311,60 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII.