Pemkot Jaktim Gencarkan Kerja Bakti dan Pilah Sampah

Warga mengumpulkan sampah anorganik di Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Foto: ANTARA.

Pemkot Jaktim Gencarkan Kerja Bakti dan Pilah Sampah

Gabriella Thesa Widiari • 18 June 2026 18:14

Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) menggencarkan kerja bakti massal dengan fokus pada pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

"Fokusnya pada pilah sampah, biasanya dilakukan di tingkat kelurahan, sekarang diperluas sampai tingkat kecamatan dan kota," kata Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur Bambang Pangestu, dilansir dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026.
 


Bambang menyebut kerja bakti massal menjadi salah satu kegiatan utama dalam rangkaian peringatan HUT Jakarta tahun ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Dia mengajak warga untuk lebih memahami pentingnya memisahkan sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang. "Pemilahan sampah dari sumbernya dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pengurangan timbulan sampah di Jakarta," ucap Bambang.

Kegiatan kerja bakti direncanakan berlangsung hingga Juli 2026. Pemkot Jaktim mengharapkan hal ini berdampak nyata terhadap kondisi lingkungan sekaligus membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah.


Ilustrasi sampah. Foto: dok. Medcom.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperketat pengawasan pelaksanaan program pemilahan sampah dari sumber. Hal ini merupakan langkah strategis menghadapi kondisi darurat sampah yang menjadi perhatian bersama.

"Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Masyarakat harus berperan aktif dengan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya agar volume sampah yang dibuang dapat terus berkurang, bahkan bebas sampah (zero waste)," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2026.

Melalui monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan secara berkala, dia mendorong seluruh wilayah kecamatan agar mempercepat penerapan pengelolaan sampah mandiri di tingkat masyarakat.

(Gabriella Thesa Widiari)