Ribuan Gempa Susulan NTT Picu Lonjakan Jumlah Pengungsi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Dok. BNPB.

Ribuan Gempa Susulan NTT Picu Lonjakan Jumlah Pengungsi

Metro TV • 20 August 2026 17:45

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.752 gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah ini tercatat usai gempa utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Pada pukul 10.47 menit waktu setempat, kami merasakan gempa berkekuatan 5,7 magnitude. Dengan banyaknya gempa susulan yang tergolong besar, pengungsi pun bertambah,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Kamis, 20 Agustus 2026.
 


Berton menjelaskan bahwa maraknya frekuensi gempa susulan tersebut memicu lonjakan jumlah pengungsi di berbagai wilayah. Saat ini, total warga yang mengungsi mencapai 92.735 orang, meningkat tajam dari data sebelumnya yang mencatat 59.647 orang. Sementara itu, pemutakhiran data kerusakan mencatat sebanyak 36.163 unit rumah mengalami kerusakan. 

Selain kenaikan jumlah pengungsi, BNPB melaporkan adanya penambahan korban jiwa akibat bencana ini. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia terakumulasi menjadi 75 orang.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Dok. BNPB.

“Korban gempa bumi hingga saat ini mencapai 75 jiwa. Kemarin kami memberitakan 71 jiwa, sekarang bertambah 4 jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah 2, di Kabupaten Manggarai bertambah 1, Nagekeo bertambah 1,” jelas Berton.

Adapun angka korban luka-luka turut mengalami kenaikan menjadi 907 jiwa dari yang sebelumnya berjumlah 898 jiwa. Seluruh penambahan sembilan korban luka baru tersebut terdata berasal dari Kabupaten Ngada.

(Metro TV/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)