Pertamina Pastikan Layanan Energi di Pulau Flores Kembali Normal Usai Gempa

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi. ANTARA/Kornelis Kaha.

Pertamina Pastikan Layanan Energi di Pulau Flores Kembali Normal Usai Gempa

Silvana Febiari • 21 August 2026 18:12

Manggarai: Pertamina Patra Niaga memastikan layanan energi bagi masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali berjalan normal setelah terdampak gempa. Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), agen minyak tanah bersubsidi, dan agen elpiji di wilayah tersebut telah kembali beroperasi.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan, sebanyak 56 SPBU atau 100 persen SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat.

"Per 20 Agustus 2026 kondisi layanan konsumen di wilayah Pulau Flores, seperti kami sampaikan di pemberitaan bahwa 56 SPBU atau sebanyak 100 persen SPBU sudah kembali operasional di Pulau Flores," kata Ahad dalam konferensi pers, Jumat, 21 Agustus 2026. 


Selain SPBU, sebanyak 17 agen minyak tanah bersubsidi dan lima agen elpiji juga telah kembali beroperasi. Dengan demikian, seluruh lembaga penyalur Pertamina di Pulau Flores telah dapat melayani kebutuhan energi masyarakat.

Dari sisi kebutuhan industri, termasuk bahan bakar untuk pembangkit listrik, Ahad memastikan pasokan tidak mengalami kendala. Kebutuhan tersebut tetap dapat dipenuhi melalui skema pasokan alternatif yang telah disiapkan Pertamina.

Sementara itu, pasokan avtur untuk kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo Labuan Bajo juga tetap didukung. Pertamina melakukan alih suplai untuk memastikan kebutuhan bahan bakar pesawat tetap tersedia.

Dari delapan terminal BBM yang berada di wilayah NTT, tujuh terminal dapat beroperasi normal. Satu terminal yang masih mengalami kendala berada di Fuel Terminal Reo.

"Di wilayah NTT, tujuh dapat beroperasi normal, yang terkendala hanya satu yaitu di Reo dan ini sudah menjelang operasi karena perlu pengecekan kembali di lapangan," ujarnya.


Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (tiga dari kiri) melakukan peninjauan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) pascabencana gempa di Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 19 Agustus 2026. ANTARA/HO-BPH Migas


Untuk menjaga pasokan tetap aman, Pertamina juga menerapkan skema alih suplai dari wilayah terdekat. Salah satunya dengan mengirimkan mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo dengan membawa BBM dan avtur.

Ahad juga memastikan ketersediaan elpiji di Pulau Flores dalam kondisi mencukupi. Seluruh agen elpiji telah beroperasi normal dengan stok sekitar 300 hingga 1.000 tabung di masing-masing agen.

"Kami terus memitigasi termasuk jalur-jalur yang mempunyai risiko terhadap gempa susulan. Ini menjadi atensi untuk memilah jalur distribusi karena di Pulau Flores ada empat terminal besar," ungkap Ahad.

(Silvana Febiari)