Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) melakukan kunjungan silaturahim dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra. Istimewa
Mathla'ul Anwar Tegaskan Komitmen Kebangsaan dan Persatuan Umat
Whisnu Mardiansyah • 8 July 2026 18:55
Jakarta: Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) melakukan kunjungan silaturahim dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra. Pertemuan ini menegaskan kesepakatan kedua pihak untuk memperkokoh persatuan, menjaga keutuhan NKRI, serta mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Ketua Umum PB MA Jazuli Juwaini menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahim kebangsaan sekaligus bentuk kesiapan Mathla’ul Anwar untuk berkolaborasi dengan semua elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan memajukan NKRI.
"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia membutuhkan peran aktif organisasi kemasyarakatan Islam dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin, memperkuat persaudaraan, serta mendorong kemajuan bangsa. Mathla’ul Anwar siap berkolaborasi dalam misi besar tersebut, yaitu mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, bersatu, dan sejahtera," ujar Jazuli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Jazuli, ormas Islam memiliki posisi sentral dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat kohesi kebangsaan. Dakwah keagamaan harus menjadi kekuatan yang menenangkan, mencerahkan, dan mempersatukan masyarakat di tengah gempuran tantangan zaman.
"Islam harus terus dihadirkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah harus merekatkan, bukan memecah belah; menguatkan optimisme, bukan menebarkan ketakutan; serta mendorong umat untuk maju dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara," katanya.
Dalam pertemuan itu, Kepala BIN menyampaikan harapan agar Mathla’ul Anwar terus menjadi pelopor persatuan bangsa, menghadirkan dakwah yang membawa rahmat, serta mengembangkan pendekatan dakwah yang adaptif dan inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Jazuli menyambut baik pesan tersebut. Ia menilai hal itu selaras dengan posisi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi Islam yang telah lama berkecimpung di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
"Kalau Indonesia ingin maju sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, kuncinya adalah persatuan. Bangsa ini tidak boleh mudah dihasut, diadu domba, atau dipecah belah. Pada saat yang sama, umat Islam dan seluruh elemen bangsa harus mampu menguasai berbagai instrumen kemajuan, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, digitalisasi, dan inovasi," tegas Jazuli.
Ia menambahkan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan ketahanan nasional. Karena itu, ormas Islam perlu terus bertransformasi agar mampu merespons dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar keislaman dan kebangsaan.
"Persatuan adalah fondasi, sedangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah instrumen kemajuan. Dengan keduanya, Insyaallah Indonesia akan semakin kuat, berdaulat, maju, dan sejahtera," kata Jazuli.
PB Mathla’ul Anwar menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi bagian dari kekuatan sipil yang menjaga persatuan nasional, memperkuat moderasi dan harmoni kehidupan beragama, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.