Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf (tengah) foto bersama jamaah haji kloter 116 di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7/2026). ANTARA/HO-PPIH Surabaya
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Alternatif Jawa Timur
Whisnu Mardiansyah • 2 July 2026 17:21
Surabaya: Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, sebagai embarkasi haji untuk mengurangi kepadatan di Bandara Juanda dan Asrama Haji Surabaya.
Gus Irfan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi untuk mengaktifkan Bandara Dhoho sebagai alternatif embarkasi haji karena dinilai memiliki kapasitas yang memadai.
"Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri. Bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar," kata Gus Irfan di Asrama Haji Surabaya, seperti dilansir Antara, Rabu, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan pemanfaatan Bandara Dhoho diharapkan dapat mengurangi beban operasional Asrama Haji Surabaya serta kepadatan di Bandara Internasional Juanda yang selama ini menjadi embarkasi utama jemaah haji asal Jawa Timur.
Menurut Gus Irfan, Jawa Timur pada musim haji 2026 memberangkatkan 116 kelompok terbang, sehingga aktivitas di Asrama Haji Surabaya berlangsung hampir tanpa henti selama proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
Tingginya intensitas pelayanan tersebut bahkan berdampak pada kondisi petugas. Kepala UPT Asrama Haji Surabaya sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat padatnya aktivitas selama operasional haji.
"Insyaallah nanti kita akan kurangi sebagian untuk diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," ujarnya.

Kepulangan jemaah haji melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir
Selain mengkaji pemanfaatan Bandara Dhoho, Kementerian Haji dan Umrah juga membentuk satuan tugas bersama kepolisian dan imigrasi untuk mencegah praktik haji nonprosedural.
Irfan menambahkan operasional haji 2026 secara nasional telah ditutup dan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah mulai mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Berbagai evaluasi akan dilakukan, termasuk penataan embarkasi dan peningkatan kualitas pelayanan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun depan semakin baik.