Indonesia Revitalisasi Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia, Perkuat Ketahanan Pangan Afrika Barat

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Gambia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC). Foto: Kemlu RI

Indonesia Revitalisasi Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia, Perkuat Ketahanan Pangan Afrika Barat

Muhammad Reyhansyah • 3 July 2026 14:44

Banjul: Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Gambia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi sebagai pusat pelatihan pertanian yang diharapkan menjadi penggerak ketahanan pangan di kawasan Afrika Barat.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie, di sela penyelenggaraan Sidang Komisi Bersama ke-2 Indonesia-Gambia di Banjul pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.

Dalam keterangan resmi di situs Kemlu RI, revitalisasi ARFTC menandai kembali beroperasinya fasilitas yang telah menjadi simbol kerja sama Indonesia dan Gambia selama hampir tiga dekade. 

Pemerintah Indonesia menilai pengaktifan kembali pusat pelatihan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan di Afrika Barat.

Dalam sambutannya, Arrmanatha Nasir atau yang akrab disapa Wamenlu Tata mengatakan peresmian kembali ARFTC tidak hanya sebatas pembaruan fasilitas, tetapi juga menjadi penegasan komitmen Indonesia untuk terus mendukung pembangunan kapasitas di Gambia.

"Peresmian kembali ARFTC bukan sekadar menandai peremajaan infrastruktur. Ini adalah pembaruan komitmen Indonesia untuk terus berjalan bersama Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujar Wamenlu Tata.

ARFTC didirikan pada 1996 melalui kerja sama Pemerintah Indonesia, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), dan Food and Agriculture Organization (FAO). Sejak mulai beroperasi, pusat pelatihan tersebut telah melatih lebih dari 6.000 petani dan penyuluh pertanian, tidak hanya dari Gambia, tetapi juga dari sejumlah negara Afrika Barat seperti Guinea, Liberia, Mali, dan Senegal.

Keberadaan ARFTC selama ini menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama pembangunan Indonesia di kawasan Afrika melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian. Revitalisasi fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat yang telah dibangun sejak hampir 30 tahun lalu.

Pengembangan Kerja Sama Regional

Selain mengaktifkan kembali pusat pelatihan tersebut, Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai negara mitra pembangunan. Salah satunya melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk menyelenggarakan pelatihan pertanian bagi negara-negara Afrika di ARFTC Jenoi.

"Indonesia tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan negara mitra pembangunan lainnya melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan di bidang pertanian di ARFTC Jenoi bagi negara-negara Afrika," kata Wamenlu Tata.

Pemerintah Indonesia berharap ARFTC ke depan dapat berkembang menjadi regional centre of excellence yang berperan dalam mendorong inovasi pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan pangan di kawasan Afrika Barat.

Menurut Wamenlu Tata, Indonesia akan terus menjadi mitra Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, serta berbagi pengalaman pembangunan bagi kemajuan Gambia dan kawasan Afrika Barat. 

“Karena persahabatan yang sejati, sebagaimana hasil panen terbaik, lahir dari komitmen dan aksi nyata yang terus kita pupuk dan pelihara bersama," pungkasnya.

(Fajar Nugraha)