Ilustrasi: Freepik
10 Sambutan Pemimpin Dunia untuk Tahun Baru 2026
Riza Aslam Khaeron • 1 January 2026 13:56
Jakarta: Tahun baru telah tiba. Menyambut 2026, sejumlah pemimpin dunia menyampaikan pesan kepada rakyatnya. Mereka menyoroti harapan, tantangan, dan arah yang ingin dituju—dari perdamaian dan persatuan hingga reformasi dan pemulihan.
Berikut 10 sambutan tahun baru para pemimpin dunia.
Vladimir Putin (Rusia)
Dalam pidato Tahun Baru kepada rakyat pada 31 Desember 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan harapan yang bersifat personal sekaligus kolektif—kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran—seraya menempatkan cinta sebagai energi yang menggerakkan."Saya mendoakan Anda semua kesehatan yang baik dan kebahagiaan, pengertian dan kemakmuran. Dan, di atas segalanya, cinta yang menginspirasi kita. Semoga tradisi, iman, dan memori kita menyatukan semua generasi, mendukung kita selalu dan dalam segala hal," ujar Putin.
Aleksandr Lukashenko (Belarus)
Presiden Belarus Aleksandr Grigoryevich Lukashenko menyampaikan harapan agar 2026 menjadi tahun yang damai dan aman, tidak hanya untuk Belarus, tetapi juga bagi negara-negara lain. Dalam sambutannya, ia turut menyinggung dinamika tekanan eksternal dan upaya membelah masyarakat."Mereka mencoba membuat kita hidup menurut hukum asing, membagi kita menjadi 'yang benar' dan 'yang salah', menguji daya tahan kita dengan badai ekonomi dan tekanan politik, tanpa memahami bahwa Belarus memiliki sesuatu yang tidak bisa mereka ambil—kebiasaan kita untuk tetap bersatu dan bekerja bersama," katanya.
Narendra Modi (India)
Perdana Menteri India Narendra Modi memilih media sosial untuk menyapa publik. Pesannya merangkum doa bagi kesehatan, kesejahteraan, keberhasilan, serta harapan damai di tengah masyarakat."Selamat Tahun Baru 2026 untuk semuanya! Semoga tahun yang akan datang membawa kesehatan yang baik dan kemakmuran, keberhasilan dalam setiap upaya, dan tercapainya semua yang Anda cita-citakan. Saya berdoa untuk perdamaian dan kebahagiaan di masyarakat kita," tulis Modi di X.
Shehbaz Sharif (Pakistan)
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan salam Tahun Baru dengan harapan agar setiap hari di 2026 memperkuat integritas nasional dan harmoni. Ia menekankan pentingnya ketahanan sosial dan semangat kebersamaan menghadapi tantangan.Emmanuel Macron (Prancis)
Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan target ambisius bahwa 2026 tidak sekadar dilewati, tetapi harus menghasilkan capaian nyata."Tahun 2026 bisa dan harus menjadi tahun yang produktif," ucap Macron dalam pidatonya.
Di hari pertama tahun ini, ia juga menyampaikan harapan tentang persatuan, kekuatan, kemandirian, dan optimisme bagi Prancis, seraya mendoakan agar masyarakat menjalani tahun yang bahagia.
| Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 Penuh Harapan dan Semangat |
Friedrich Merz (Jerman)
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan pidato Tahun Baru pertamanya dan menggambarkan 2026 sebagai momentum awal baru."Tahun 2026 bisa menjadi tahun awal baru," kata Merz. Ia menyebut Jerman dan Eropa perlu kembali menyambung masa-masa perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran.
Ia menambahkan bahwa berbagai perkembangan global mencerminkan sebuah "pergeseran zaman" dan Jerman harus mampu menjawab tantangan dengan kekuatannya sendiri.
Keir Starmer (Inggris)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengakui bahwa kehidupan di Inggris masih sulit bagi banyak orang. Ia menutup pesannya dengan janji perubahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari."Kehidupan di Inggris telah berat dalam beberapa waktu terakhir. Bagi banyak orang, hidup masih lebih sulit dari yang seharusnya," ujarnya.
Starmer berjanji akan membuat lebih banyak orang merasakan perubahan positif dalam tagihan, komunitas, dan layanan kesehatan mereka, sebagai cara membalikkan kemunduran nasional.
Volodymyr Zelensky (Ukraina)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa negaranya terus berjuang untuk perdamaian, tetapi perdamaian itu tidak boleh mengorbankan keberlangsungan Ukraina."Kami ingin perang berakhir—bukan Ukraina yang berakhir," tegas Zelensky. Ia mengakui rakyatnya lelah, namun belum siap menyerah.
Luiz Inacio Lula da Silva (Brasil)
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan ucapan singkat lewat media sosial."Selamat Tahun Baru 2026," tulis Lula di X.
Lee Jae-myung (Korea Selatan)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyampaikan bahwa 2026 menjadi fase kebangkitan besar bagi negaranya. Ia mengaitkan momentum ini dengan pemulihan pasca-krisis politik."Tahun 2026 akan menjadi lompatan besar bagi Korea," ujar Lee. Ia juga menyatakan akan mendukung dimulainya kembali dialog Korea Utara–AS dan berkomitmen melanjutkan upaya pemulihan hubungan antar-Korea demi tercapainya koeksistensi damai di Semenanjung Korea.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com