Porter Stasiun Yogyakarta melayani jasa angkut barang penumpang. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Menjaga Asa di Peron, Porter Stasiun Yogyakarta Menyambung Hidup dari Keikhlasan Penumpang
Ahmad Mustaqim • 15 September 2026 17:20
Yogyakarta: Sejumlah porter mengenakan pakaian biru dan blangkon terlihat berbaris di peron 2 Stasiun Yogyakarta, Selasa, 15 September 2026. Bersama sejumlah petugas stasiun, mereka memberikan hormat kepada kereta api yang melanjutkan perjalanan menuju arah Timur.
Para porter tersebut merupakan pekerja yang membantu penumpang mengangkut barang bawaan. Penghasilan mereka berasal dari pemberian sukarela penumpang setelah menerima jasa.
Salah satu porter yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas di Stasiun Yogyakarta ialah Muhammad Alex Suryanto. Selama tujuh tahun, ia bekerja membantu penumpang di stasiun yang berada di pusat Kota Yogyakarta itu demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Alhamdulillah mas, cukup (atau) tidak cukup ya tetap bersyukur," kata Alex kepada Metrotvnews.com.
Alex merupakan warga Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Rumahnya berjarak sekitar empat kilometer dari Stasiun Yogyakarta. Ia biasanya berangkat setelah menyelesaikan berbagai keperluan di rumah.
"Kayak hari ini tadi ada kerja bakti, berangkat agak siang baru sampai di stasiun," ujarnya.
Sebelum menjadi porter, Alex bekerja sebagai pengemudi taksi. Namun, ia mengaku pendapatannya menurun setelah biaya perjalanan taksi dinilai lebih mahal dibandingkan layanan ojek berbasis aplikasi atau ojek online. Kondisi itu mendorongnya mencari pekerjaan lain.
Kini, Alex menempuh perjalanan sekitar empat kilometer dari rumah menuju stasiun menggunakan sepeda motor. Dari pekerjaan sebagai porter, ia berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menopang perekonomian keluarga.
"Dibilang cukup/gak cukup penghasilan dari porter ini tergantung kebutuhan. Kalau kurang banyak terlalu ngeluh, ya saya syukuri saja," kata dia.
Dalam sehari, Alex biasanya membantu sekitar sembilan hingga sepuluh penumpang mengangkut barang bawaan mereka. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga 12 penumpang per hari ketika memasuki musim liburan, seperti periode tahun baru.
Dari jasa tersebut, Alex mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Besaran pendapatan itu bergantung pada pemberian penumpang yang menggunakan jasanya.
Menurut Alex, penumpang biasanya memberikan imbalan minimal Rp25 ribu untuk setiap layanan porter. Namun, ia pernah menerima pemberian sebesar Rp15 ribu. Tidak sedikit pula penumpang yang mengira porter memperoleh gaji dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), sehingga hanya menyampaikan ucapan terima kasih.
"Kalau nominal ada yang kasih besar, ada yang kasih kecil tetap saya syukuri," kata dia.

Muhammad Alex Suryanto porter Stasiun Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Penghasilan tersebut turut membantu Alex membiayai pendidikan kedua anaknya. Anak pertamanya telah menyelesaikan pendidikan di SMK, sedangkan anak keduanya lulus SMP.
Bagi Alex, pekerjaan sebagai porter bukan sekadar cara mencari nafkah, melainkan juga ruang untuk terus bersyukur. Ia menyebut para porter di Stasiun Yogyakarta tidak saling berebut penumpang ketika menawarkan jasa.
Menurutnya, para porter memahami pembagian giliran ketika penumpang datang ke stasiun. Sikap tersebut membuat pekerjaan berjalan tanpa persaingan yang saling merugikan.
"Pokoknya di sini (bekerja) senang semua. Menikmatinya dan nggak ada kata-kata sedih," ujarnya.
Para porter di Stasiun Yogyakarta tidak secara langsung berada di bawah koordinasi PT KAI. Kendati demikian, mereka memperoleh fasilitas berupa tempat dan sejumlah sarana pendukung untuk menjalankan pekerjaan.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan keberadaan porter ditujukan untuk membantu penumpang kereta api yang mengalami kesulitan membawa barang bawaan. PT KAI juga memberikan dukungan melalui sistem aplikasi e-Porter.
"Pelayanan porter hadir untuk memudahkan penumpang. Total per harinya ada 120 porter," ucap Feni.
Feni menambahkan, penumpang dapat berkomunikasi langsung dengan porter saat berada di stasiun. Selain itu, layanan porter juga dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.
"Selain bisa berhubungan langsung di stasiun, penumpang dapat juga berhubungan dengan porter melalui Access by KAI. Ke depannya dengan adanya aplikasi e-Porter ini semakin memudahkan tak hanya bagi penumpang tetapi juga para porter di Stasiun Yogyakarta dan stasiun-stasiun lainnya," ujarnya.