Ilustrasi: Awan hujan mengelayut di langit kawasan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (3/3/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Waspada! Gelombang di Perairan Selatan Bali Diprediksi Capai 5 Meter
Whisnu Mardiansyah • 5 March 2026 10:38
Denpasar: Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Selatan Bali yang diprakirakan mencapai hingga lima meter. Masyarakat dan pelaku pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Waspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bali," kata Prakirawan BBMKG Wilayah III, Ariantika, di Denpasar seperti dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
BBMKG Denpasar menjelaskan potensi angin kencang di perairan Utara dan Selatan Bali diperkirakan hingga 40 knot atau sekitar 74 kilometer per jam. Angin bergerak dari arah Barat Daya menuju Barat Laut pada periode 3 hingga 6 Maret 2026.
Untuk hari Kamis ini, Bali diprakirakan diguyur hujan ringan dengan kecepatan angin mencapai hingga 48 kilometer per jam. Sementara pada Jumat, 6 Maret, kondisi cuaca diprakirakan berawan dengan kecepatan angin hingga 46 kilometer per jam.
BBMKG juga merinci potensi angin kencang di sejumlah kabupaten/kota. Pada 5 Maret, angin kencang berpotensi terjadi di Badung, Denpasar, Jembrana, Tabanan, dan Klungkung. Pada 6 Maret, potensi angin kencang meluas di Badung, Jembrana, Denpasar, dan Buleleng. Memasuki 7-8 Maret 2026, angin kencang diprakirakan terjadi di Badung dan Karangasem.
BBMKG Denpasar menegaskan kondisi angin dan gelombang laut ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sementara pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot (sekitar 27 km/jam) dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
.jpg)
Ilustrasi gelombang tinggi. (Medcom)
Sementara itu, BMKG melalui Info BMKG yang diperbarui pada Kamis ini menyebutkan kondisi cuaca dipengaruhi oleh rangkaian bibit siklon. Bibit Siklon 90S berada di Samudera Hindia, Selatan Banten-Jawa Barat, dengan peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah Timur dalam 24 jam ke depan.
Selain itu, terpantau Bibit Siklon 93S di sebelah pesisir Barat Laut Australia dengan peluang rendah menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah Barat. Bibit Siklon 92P juga terdeteksi di Teluk Carpentaria, Selatan Papua Selatan, yang cukup jauh dari wilayah Bali, namun pergerakannya tetap perlu diwaspadai.