Tabligh akbar “Gaspoll” Metro TV di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. (Dok. Metro TV)
Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar di Sidrap, Ustaz Das’ad Latif Ungkap Dahsyatnya Salawat di Ramadan
Duta Erlangga • 7 March 2026 11:42
Jakarta: Ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengikuti tabligh akbar “Gaspoll” Metro TV di halaman Masjid Agung Sidrap, dengan menghadirkan penceramah Ustaz Das’ad Latif.
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-682 Kabupaten Sidrap yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ribuan masyarakat terlihat antusias menyimak ceramah yang disampaikan dengan gaya khas Ustaz Das’ad Latif yang lugas dan ringan, namun sarat makna.
Dahsyatnya manfaat Salawat
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif mengingatkan pentingnya memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai amalan yang besar pahalanya.Ia mengatakan Allah dan para malaikat bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak salawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
Ustaz Das’ad juga menjelaskan bahwa manusia masuk surga bukan karena tidak memiliki dosa, melainkan karena amal kebaikan yang lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya.
“Orang masuk surga itu bukan karena tidak ada dosa. Kalau orang masuk surga karena tidak ada dosa, tidak ada isinya surga kecuali Nabi Muhammad SAW. Maka kenapa orang masuk surga? Karena pahalanya lebih banyak daripada dosanya,” ujarnya.

Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar di Sidrap. (Dok. MetroTV)
Ramadan bulan penuh berkah dan pengampunan
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif juga menjelaskan makna Ramadan sebagai bulan yang menjadi momentum pengampunan dosa bagi umat Islam.Ia mengatakan Ramadan merupakan satu-satunya bulan yang disebut secara langsung dalam Al-Qur’an. Bulan tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan menjalani kehidupan dengan berbagai kesalahan.
Menurutnya, Ramadan ibarat proses pembersihan diri dari dosa yang dilakukan sepanjang tahun.
| Baca Juga:
Ustaz Das’ad Latif Jelaskan Cara Menyikapi Nikmat dan Musibah |
“Sebelas bulan kau banyak dosa, Ramadan hadirkan, mesti di-laundry itu dosamu yang sebelas bulan. Dicuci itu dosamu yang sebelas bulan. Cucinya, inilah Ramadan. Berarti Ramadan ini bukan untuk menyiksa kita, justru Allah sayang, Allah cinta ke umat Islam, maka Allah hadirkan satu bulan untuk mencuci dosa dan kesalahanmu,” katanya.
Ustaz Das’ad juga menegaskan bahwa pengampunan dosa di bulan Ramadan memiliki syarat, salah satunya menjalankan ibadah puasa dengan niat yang tulus dan penuh keimanan.
Terkabulnya doa menjelang buka puasa
Selain puasa, ia mengingatkan jemaah untuk memperbanyak doa, khususnya menjelang waktu berbuka puasa. Menurutnya, waktu tersebut merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah.
“Pada saat menjelang buka, disitulah doa paling mustajab. Jadi adik-adik yang mau lulus jadi polisi, yang mau lulus jadi PNS, yang mau lulus universitas, menjelang buka puasa, di situ kau doa. Makbul (terkabul) doanya orang mau buka puasa. Ibu-ibu yang ada hajatnya besar, bapak-bapak yang ada hajatnya besar Ramadan ini, menjelang buka, minta!” ujarnya.
Ustaz Das’ad juga menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar serta melaksanakan salat tobat sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah.

Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar di Sidrap. (Dok. MetroTV)
Puasa, momen pengendalian diri
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Das’ad Latif menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri.Ia mengingatkan para pejabat dan pemimpin agar tidak memamerkan kekayaan di tengah masyarakat, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, makna puasa juga berkaitan dengan sikap empati dan kesederhanaan dalam kehidupan sosial.
Perbanyak sedekah di bulan Ramadan
Selain memperbanyak ibadah, Ustaz Das’ad Latif juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan sedekah, terutama kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.Ia menegaskan sedekah bukan sekadar memberi, tetapi menjadi investasi kebaikan yang akan kembali kepada seseorang di kemudian hari.
“Kalau mau diampuni Allah, banyaklah bersedekah. Bersedekah. Supaya mau bersedekah, jangan berpikir sedekah itu memberi, tapi sedekah itu menyimpan. Maka ketika bersedekah, jangan berpikir memberi, tapi menyimpan. Tidak ada orang bangkrut karena sedekah. Jangan tunggu kaya baru sedekah. Justru sedekahlah biar kaya,” ujarnya.
Tabligh akbar “Gaspoll” Metro TV turut dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berprestasi di bidang keagamaan sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan berbasis agama.
