Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Anadolu Agency)
Presiden Iran Tegaskan Protes Damai Harus Dibedakan dari Upaya Memecah Bangsa
Willy Haryono • 31 January 2026 16:27
Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya harus menempuh jalur keadilan untuk menjadi penghalang bagi pihak-pihak yang berupaya mencelakai rakyat Iran, baik di dalam maupun luar negeri. Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara aksi protes damai dan upaya yang bertujuan memecah belah bangsa.
“Kami berkewajiban mendengarkan para pengunjuk rasa yang menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Pezeshkian, dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu, 31 Januari 2026.
Namun, ia mengingatkan adanya pihak-pihak yang berusaha menunggangi gelombang protes untuk menciptakan perpecahan nasional.
Menurut Pezeshkian, pemerintah harus memberikan kedaulatan kepada rakyat serta melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan, sembari tetap waspada terhadap upaya-upaya yang mengubah protes menjadi hasutan. Ia menegaskan bahwa jalur damai harus dibedakan secara tegas dari tindakan yang mengarah pada kekacauan.
Pezeshkian juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai upaya berkelanjutan dari “musuh-musuh bersumpah”, termasuk Israel dan para pendukung Baratnya, yang menurutnya secara konsisten berusaha memicu keresahan, menciptakan perpecahan, dan melemahkan persatuan Iran.
Ia menambahkan bahwa pihak-pihak tersebut berupaya mengeksploitasi tuntutan sosial dengan mendorong aksi protes ke arah kekerasan, pembunuhan, serta perusakan fasilitas umum dan aset publik, termasuk serangan terhadap pasukan militer dan layanan publik. Tindakan semacam itu, tegasnya, tidak dapat dibenarkan dalam norma apa pun dari aksi protes sipil.
Selain itu, Pezeshkian juga menyatakan bahwa aparat dan institusi Iran perlu melakukan evaluasi terhadap sikap dan kinerja mereka dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, pelayanan yang tulus kepada rakyat merupakan benteng utama untuk menutup celah bagi pihak-pihak yang ingin mengubah protes menjadi kebencian dan hasutan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” militer Amerika tengah bergerak menuju Iran, sembari menyerukan Teheran agar kembali ke meja perundingan.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh. Meski demikian, Teheran menegaskan tetap terbuka terhadap dialog, asalkan dilakukan secara adil, seimbang, dan tanpa paksaan.
Baca juga: Iran Tegaskan Negara Tetangga Akan Dianggap Musuh Jika Fasilitasi Serangan AS