Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez. Foto: The New York Times
Presiden Interim Venezuela Amankan Dukungan Militer dan Polisi
Muhammad Reyhansyah • 29 January 2026 12:20
Caracas: Militer dan kepolisian Venezuela menyatakan sumpah setia kepada Presiden sementara Delcy Rodriguez, menandai dukungan dari basis kekuatan utama negara tersebut di tengah krisis politik menyusul penculikan Nicolas Maduro.
Pernyataan loyalitas itu disampaikan pada Rabu, 28 Januari 2026 dalam sebuah upacara militer yang dihadiri para pejabat tinggi pertahanan dan keamanan, ketika Rodriguez berupaya mengonsolidasikan kepemimpinannya di tengah tekanan domestik dan internasional.
“Kami bersumpah setia dan tunduk sepenuhnya,” kata Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino saat menyerahkan tongkat komando seremonial dan pedang milik tokoh kemerdekaan Simon Bolivar kepada Rodriguez, dikutip dari TRT World, Kamis, 29 Januari 2026.
Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello juga menyampaikan sumpah kesetiaan atas nama seluruh jajaran kepolisian nasional.
Lebih dari 3.000 personel militer dan polisi berseragam berbaris melewati Rodriguez, yang menjadi pemimpin perempuan pertama Venezuela sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata.
“Ini adalah momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam republik kami,” ujar Padrino.
Cabello, yang dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam pemerintahan Maduro, mengatakan dukungan terhadap Rodriguez menjadi hal penting “karena kami merasa bahwa membela kepemimpinan Anda berarti membela keberlanjutan pemerintahan dan keutuhan rakyat Venezuela.”
Demonstrasi persatuan tersebut berlangsung setelah pasukan Amerika Serikat menculik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah operasi militer di Caracas pada 3 Januari. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba yang diajukan otoritas AS.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Rodriguez dapat tetap berkuasa selama ia bersedia bekerja sama dengan Washington, khususnya dengan memberikan akses kepada Amerika Serikat terhadap cadangan minyak Venezuela. Trump juga mengindikasikan lebih memilih menekan Rodriguez dibandingkan memberdayakan oposisi.
Sementara itu, pemimpin oposisi Maria Corina Machado, yang berbicara di Washington pada Rabu, melontarkan kritik keras terhadap presiden sementara tersebut dan mempertanyakan kredibilitasnya.
“Saya rasa tidak ada yang memiliki kepercayaan terhadap Delcy Rodriguez,” terang Machado kepada wartawan usai bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
“Kita berbicara tentang para kriminal. Mereka dengan sengaja membunuh orang,” ujarnya, seraya menuduh kepemimpinan Venezuela bertanggung jawab atas eksodus jutaan warga serta sistem penindasan di dalam negeri.
Rodriguez menanggapi pernyataan tersebut dalam pidatonya di upacara militer dengan menepis kritik oposisi. “Mereka yang berupaya melanggengkan penderitaan dan kerusakan terhadap rakyat Venezuela, biarlah mereka tetap berada di Washington,” kata Rodriguez.