Penyelenggaraan program MBG di Jawa Barat. Foto: Antara/M Fikri Setiawan.
Program MBG Jangkau 62,4 Juta Penerima Manfaat dan Penggerak Ekonomi Daerah
Richard Alkhalik • 25 May 2026 13:33
Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, berdasarkan pemutakhiran data pada Sabtu pekan lalu, telah menjangkau lebih dari 62,4 juta penerima manfaat mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui di seluruh Indonesia
Melansir Xinhua, Senin, 25 Mei 2026, Badan Gizi Nasional mengatakan pemerintah terus mengakselerasi perluasan program ini sebagai langkah fundamental dalam memperkuat ketahanan gizi nasional, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sejak usia dini.
Dari total penerima manfaat tersebut, kelompok pelajar sekolah mendominasi serapan program tersebut sebanyak 48,35 juta pelajar, yang merepresentasikan angka partisipasi sebesar 76,1 persen dari total populasi pelajar di Indonesia.
| Baca juga: Program MBG Dinilai Mampu Melahirkan Generasi Unggul |

(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
Penggerak roda ekonomi daerah
Badan Gizi Nasional mengungkapkan dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG telah berhasil merangsang aktivitas ekonomi daerah, sembari memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ekosistem program turut memberdayakan lebih dari 142 ribu pihak pemasok rantai makanan. Mayoritas dari pemasok tersebut bertumpu pada penggerak ekonomi kerakyatan, yakni UMKM, koperasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sejak resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 silam, program MBG telah mendistribusikan sebanyak 8,3 miliar porsi makanan bergizi. Operasional untuk pendistribusian tersebut ditopang oleh sekitar 29 ribu unit layanan gizi yang beroperasi di seluruh Indonesia.
Daya jangkau program MBG telah menembus lebih dari 370 ribu institusi pendidikan. Rantai pasok dan pelaksanaannya pun sukses menyerap tenaga kerja secara masif dengan melibatkan lebih dari 1,28 juta pekerja khusus di sektor penyiapan dan distribusi makanan.