BMKG IV Makassar: El Nino Diprediksi Aktif Juli 2026

Pengamat mengamati anomali suhu muka laut Indonesia di Kantor BMKG Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.

BMKG IV Makassar: El Nino Diprediksi Aktif Juli 2026

Lukman Diah Sari • 2 April 2026 20:10

Makassar: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memprediksi fenomena El Nino atau anomali pemanasan lautan akan terjadi pada Juli 2026. Fenomena ini berpotensi mempengaruhi pola cuaca yang masuk di musim kemarau. 

"El Nino kategori lemah diprediksi aktif pada semester kedua, mulai bulan Juli," kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Rizky Yudha Pahlawan saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang tahun ini. Selain itu, masyarakat diharap mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung pertengahan 2026.

"Kecukupan air minum perlu diperhatikan, dan perlunya penggunaan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan," ujar Rizky.

Proses terjadinya El Nino disebabkan meningkatnya suhu di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Fenomena ini memuat suhu udara dengan kelembaban Udara menjadi meningkat.


Pengamat mengamati anomali suhu muka laut Indonesia di Kantor BMKG Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.

Sebelumnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya. Kondisi ini dipicu berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun ini.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Namun, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.

"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal di Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)