Menyoroti Tantangan Keputusan di Era Artificial Intelligence

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Menyoroti Tantangan Keputusan di Era Artificial Intelligence

Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2026 17:46

Jakarta: BINUS University mengukuhkan Tuga Mauritsius sebagai Guru Besar Tetap di bidang Decision Support System (DSS). Pengukuhan ini menyoroti tantangan pengambilan keputusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul "A New Generation of Decision Support System: Integrating Machine Learning, Scenario Analysis, and System Dynamics", Tuga menyoroti sistem pengambilan keputusan saat ini masih menghadapi kesenjangan antara hasil analisis data dan implementasi keputusan strategis.

Ia menjelaskan, meskipun teknologi seperti machine learning mampu menghasilkan prediksi dengan tingkat akurasi tinggi, banyak organisasi masih kesulitan menerjemahkan hasil tersebut menjadi keputusan strategis yang nyata. Menurut dia, pendekatan DSS konvensional masih bersifat reaktif dan terbatas pada analisis deskriptif, tanpa mampu secara sistematis mengarahkan keputusan yang optimal dan berdampak.

Sebagai solusi, Prof. Tuga memperkenalkan konsep DSS Generasi Baru yang mengintegrasikan tiga pendekatan utama, yakni predictive analytics melalui machine learning, scenario analysis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan masa depan, serta system dynamics untuk mensimulasikan dampak kebijakan dalam sistem yang kompleks.

Pendekatan ini dirancang untuk membentuk proses pengambilan keputusan yang lebih komprehensif, mulai dari prediksi hingga rekomendasi kebijakan yang preskriptif.
 




Prof. Drs. Tuga Mauritsius, MSi., PhD. bersama Jajaran Senat BINUS University & Guru Besar Tamu. Foto: dok BINUS University.
 

Integrasi tiga elemen


Ia menekankan, integrasi ketiga elemen tersebut dapat meningkatkan kualitas analisis, sekaligus memperkuat kemampuan pengambil keputusan dalam memahami konsekuensi jangka panjang dari setiap kebijakan. Dengan demikian, sistem tidak lagi berhenti pada "apa yang akan terjadi", tetapi berkembang menjadi "apa yang sebaiknya dilakukan" dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Rektor BINUS University, Nelly, menyampaikan pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.

"Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Tuga akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan aplikatif," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.

Prof. Tuga juga menekankan pentingnya transformasi dari decision support menuju decision intelligence. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan serta kolaborasi lintas peran, mulai dari data engineer, data scientist, hingga pengambil kebijakan.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas data dan teknologi menjadi keputusan strategis yang berdampak bagi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)