Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Dok. Istimewa.
AHY: Bangun Jalur Kereta Lebih Murah daripada Jalan Raya
Aris Setya • 22 April 2026 17:42
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti ketimpangan investasi antara pembangunan jalan raya dengan jalur kereta api. Meski pemerintah berencana menambah 14.000 kilometer jalur kereta hingga 20 tahun ke depan, biaya pengelolaan rel saat ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan anggaran jalan nasional.
"Underinvestment ini jika dibandingkan dengan biaya atau anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan atau perbaikan jalan-jalan kita, tahun 2026 ini saja misalnya, bisa dikatakan Rp46 sekian triliun itu untuk pembangunan atau perbaikan jalan-jalan secara nasional, sedangkan hanya kurang lebih Rp5 triliun untuk rel kereta. Jadi ada gap di situ," ujar AHY di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026.
AHY menjelaskan bahwa kesenjangan investasi ini perlu segera diatasi melalui reaktivasi jalur mati maupun pembangunan rel baru. Menurutnya, selama ini Indonesia mengalami kondisi kurang investasi (underinvestment) di sektor perkeretaapian.
Walaupun Indonesia merupakan negara kepulauan, pengembangan transportasi massal berbasis rel tetap menjadi kebutuhan strategis untuk menghubungkan wilayah.
"Selama ini bisa dikatakan terjadi underinvestment. Memang kita bukan seperti negara kontinental yang saling terhubung daratannya, sehingga pengembangan kereta bisa dilakukan secara masif ke semua arah. Kita negara kepulauan, tapi tetap saja kita perlu pengembangan kereta," tambahnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa arah kebijakan Presiden akan difokuskan pada pemerataan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Saat ini, jalur kereta di Sulawesi masih sangat terbatas. Sementara, di Kalimantan belum tersedia sama sekali.
Penambahan jaringan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi diharapkan dapat memangkas biaya logistik secara signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Dok. Istimewa.
"Kalimantan belum ada kereta, Sulawesi hanya sedikit sekali, seratusan kilometer saja. Nah, dengan demikian arahan Bapak Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis," lanjut AHY.
Pengembangan jalur kereta api nasional ini diproyeksikan bakal menelan total anggaran sebesar Rp1.200 triliun hingga tahun 2045. AHY meyakini penguatan konektivitas rel akan menjadi katalisator utama bagi percepatan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas sumber daya alam di berbagai daerah.
"Kalau saja ini bisa kita dorong terus, maka akan memberikan keuntungan bagi negara dan semua pelaku usaha di bidang komoditas sumber daya alam tadi. Ini juga akan mempercepat proses hilirisasi, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah yang berkali-kali lipat bagi komoditas tambang kita," kata AHY.