Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Foto: Antara
Indonesia–Prancis Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset
Despian Nurhidayat • 29 May 2026 09:53
Jakarta: Kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta semakin diperkuat. Penguatan, melalui sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto ke Prancis.
Dalam pernyataan bersama kedua kepala negara, Presiden Prabowo dan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron menegaskan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai salah satu prioritas utama kerja sama bilateral kedua negara. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting bagi penguatan kapasitas riset, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta peningkatan daya saing Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyambut baik hasil pertemuan kedua kepala negara. Penguatan kemitraan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Brian dalam keterangan yang dikutip Jumat, 29 Mei 2026.
Baca Juga :
Macron Puji Sikap Berani Prabowo Soal Palestina
Melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi kedua negara, Indonesia dan Prancis berkomitmen memperluas kolaborasi pada bidang pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik. Kerja sama ini diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan inovasi, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.
Kedua negara juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan berlangsung di Angers, Prancis pada Juli 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk merumuskan berbagai inisiatif konkret yang dapat memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, pusat riset, industri, serta ekosistem inovasi kedua negara.
.jpeg)
Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Foto: Antara
Selain itu, Indonesia dan Prancis menempatkan penguatan inovasi sebagai salah satu agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendorong pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.
Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia juga menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
Penguatan kerja sama dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, perguruan tinggi Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kemitraan strategis ini, Kemdiktisaintek berkomitmen memperluas akses sivitas akademika Indonesia terhadap jejaring global, memperkuat kapasitas riset dan inovasi nasional, serta menyiapkan talenta unggul yang mampu berperan aktif dalam menjawab tantangan masa depan dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.