Gini Ratio Indonesia Turun Jadi 0,363 Basis Poin

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.

Gini Ratio Indonesia Turun Jadi 0,363 Basis Poin

Husen Miftahudin • 5 February 2026 15:33

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat atau Gini Ratio Indonesia mengalami penurunan pada September 2025 dari semula 0,375 menjadi 0,363 basis poin.

"Pada September 2025, ketimpangan sebesar 0,363 atau turun sebesar 0,012 basis poin dari Maret 2025," jelas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.

Diketahui, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk diukur menggunakan Gini Ratio dengan skala antara 0 hingga 1. Semakin tinggi nilai Gini Ratio, maka semakin tinggi tingkat ketimpangan di masyarakat.

Amalia menjelaskan secara wilayah, ketimpangan di daerah perkotaan masih tercatat lebih tinggi dibandingkan pedesaan.

BPS pada September 2025 mencatat, Gini Ratio di perkotaan berada di angka 0,383, meskipun angka ini turun 0,012 basis poin dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, ketimpangan di pedesaan tercatat sebesar 0,295 atau lebih rendah 0,004 basis poin dibandingkan Maret 2025.
 

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Triwulan IV-2025


(Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Tangkapan layar YouTube BPS)
 

Pengeluaran kelompok 40 persen terbawah naik 0,63%


Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang digunakan adalah persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah atau dikenal sebagai ukuran Bank Dunia.

Pada September 2025, persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah tercatat sebesar 19,28 persen, naik 0,63 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 18,65 persen, serta naik 0,87 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 18,41 persen.

Secara wilayah, pada September 2025 persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah di daerah perkotaan tercatat sebesar 18,32 persen. Angka ini meningkat 0,68 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 17,64 persen, dan naik 0,88 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 17,44 persen.

Sementara itu, di daerah perdesaan, persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 22,09 persen. Angka tersebut meningkat 0,34 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 21,75 persen, serta naik 0,70 persen dibandingkan September 2024 yang sebesar 21,39 persen.

Adapun BPS mencatat pada September 2025 provinsi dengan Gini Ratio tertinggi adalah Papua Selatan sebesar 0,426, sedangkan Gini Ratio terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,214.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)