Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir

Anjungan perpustakaan Kementerian Agama RI di Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Mesir. ANTARA/HO-Kemenag

Kemenag Kenalkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir

Achmad Zulfikar Fazli • 2 February 2026 15:48

Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI) sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital dalam Cairo International Book Fair ke-57 di Mesir. Keikutsertaan Kemenag dalam pameran buku tersebut merupakan bagian dari penguatan literasi keagamaan.

“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag Lubenah dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 2 Februari 2026.

Dia menjelaskan literasi keagamaan yang baik berperan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual dapat tumbuh melalui akses terhadap bacaan keislaman yang beragam dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti Cairo Internasional Book Fair (CIBF),” ujar dia.

Menurut dia, partisipasi Kemenag dalam CIBF juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai pihak. Kehadiran Indonesia di pameran buku tersebut, lanjut dia, membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.

“Kami ingin literasi keagamaan Islam Indonesia terhubung dengan ekosistem literasi global,” kata dia.
 

Baca Juga: 

Forum Internasional di Mesir, Kemenag Perkenalkan Ekoteologi sebagai Solusi Krisis Global



Kemenag memperkenalkan platform ELIPSKI sebagai koleksi literasi keislaman dalam format digital dalam Cairo International Book Fair ke-57 di Mesir. Dok. Kemenag

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati, menjelaskan koleksi ELIPSKI diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital agar dapat diakses oleh pengunjung pameran.

“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik, yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur.

Dia menyebut koleksi ELIPSKI yang dipamerkan mencakup khazanah keislaman klasik hingga karya-karya tematik yang membahas isu kontemporer. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam.

“Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” kata dia.

Menurut Nur, respons pengunjung terhadap koleksi tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap gagasan keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Dia menilai koleksi ELIPSKI dapat menjadi salah satu sumber rujukan dalam diskursus keislaman lintas negara.

Cairo International Book Fair merupakan ajang pameran buku terbesar di kawasan timur tengah. Dalam empat hari sejak dibuka, penyelenggara merilis satu juta warga Mesir dan negara Timur Tengah lainnya mengunjungi pameran yang digelar sejak 22 Januari hingga 3 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)