Tim SAR Fokuskan Pencarian Korban KM Nurul Salsa di Kepulauan Sabalana

Proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 Juli 2026. (Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin)

Tim SAR Fokuskan Pencarian Korban KM Nurul Salsa di Kepulauan Sabalana

Muhammad Syawaluddin • 22 July 2026 14:43

Makassar: Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa masih berlangsung. Pada hari kedelapan, proses pencarian korban difokuskan di sekitar Kepulauan Sabalana, Kabupaten Pangkep. 

Kasi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan lokasi tersebut diperkirakan menjadi area pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

"Pencarian dilaksanakan dengan membagi area operasi ke dalam dua sektor," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 Juli 2026.
 


Andi Sultan mengatakan, SRU pertama menggunakan KN SAR Pacitan dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan penyisiran. Pencarian difokuskan di wilayah timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau-pulau yang tidak berpenghuni.

"Sementara SRU kedua yang terdiri dari KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana," ucapnya.

Selain penyisiran di wilayah Kepulauan Sabalana, Tim SAR Gabungan juga memperluas pencarian hingga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Perluasan area tersebut dilakukan berdasarkan analisis pergerakan arus laut yang diperkirakan mengarah ke wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," tambahnya. 

Kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana menyebabkan pergerakan personel dan alutsista harus dilakukan dengan lebih hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.

"Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Meski demikian, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, terutama nelayan di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan perbatasan NTB, untuk segera melapor ke Posko SAR jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau benda yang diduga terkait KM Nurul Salsa.


Proses pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa, di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 Juli 2026. (Metrotvnews.com/ Muhammad Syawaluddin)


Basarnas Makassar memastikan seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian selama masa perpanjangan operasi. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan personel, kapal SAR, dan potensi SAR yang masih berada di lokasi kejadian.

"Evaluasi pencarian akan dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut untuk meningkatkan efektivitas operasi," ujarnya. 

Dari total 78 orang di KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang ditemukan selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 16 lainnya masih dalam pencarian. Identitas salah satu jenazah yang ditemukan juga masih belum dipastikan sebagai penumpang KM Nurul Salsa.

“Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI,” ujarnya.

(Silvana Febiari)