Dua Kapal Bawa Etnis Rohingya Tenggelam, 500 Orang Dikhawatirkan Tewas

Warga Rohingya bertahun-tahun mengalami penganiayaan di Myanmar. Foto: Anadolu

Dua Kapal Bawa Etnis Rohingya Tenggelam, 500 Orang Dikhawatirkan Tewas

Fajar Nugraha • 16 July 2026 22:43

Yangon: Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan lebih dari 500 orang, yang sebagian besar merupakan etnis Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Myanmar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis, 16 Juli 2026, kedua lembaga PBB itu menyebut kedua kapal berangkat dari Negara Bagian Rakhine pada akhir Juni dengan membawa mayoritas penumpang Rohingya. Sebagian di antaranya diketahui berangkat dari kamp-kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh.

Kapal pertama yang mengangkut sekitar 250 orang dilaporkan kehilangan kontak tidak lama setelah berlayar. Sementara itu, kapal kedua yang membawa sekitar 280 penumpang diduga tenggelam di lepas pantai Ayeyarwady pada 8 Juli 2026.

UNHCR dan IOM menyatakan hingga kini insiden maupun jumlah korban belum dapat dikonfirmasi secara resmi. Meski demikian, kedua lembaga tersebut mengaku sangat prihatin terhadap besarnya potensi korban jiwa akibat tragedi tersebut.

"Sebagian besar penumpang adalah warga Rohingya yang mempertaruhkan nyawa dalam perjalanan laut berbahaya demi mencari keselamatan," tulis UNHCR melalui akun resminya di platform X, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 16 Juli 2026.

Etnis Rohingya selama bertahun-tahun mengalami penganiayaan di Myanmar, baik oleh junta militer maupun kelompok etnis lainnya.

Kondisi tersebut mendorong banyak warga Rohingya melarikan diri melalui jalur laut menuju Bangladesh, Indonesia, dan negara lain untuk mencari perlindungan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)