Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pulau Talibau, Maluku Utara. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Pulau Talibau
347 Hektare Lahan di Pulau Taliabu Terbakar, 39 Ribu Pohon Hangus
Lukman Diah Sari • 4 November 2026 14:32
Talibu: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakna kebkaran bermula pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 15.00 WIT di Desa Salati.
"Kebakaran kemudian meluas hingga mencakup tiga kecamatan dan 13 desa," ujar Berton dalam keterangan resmi, Rabu, 4 November 2026.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Taliabu Barat Laut, yaitu Desa Salati, Onemay, dan Nggele; Kecamatan Taliabu Lede, yaitu Desa Lede, Langganu, Balohang, dan Todoli; serta Kecamatan Taliabu Utara, yaitu Desa Air Bulan, Bua Mobono, Ufung, Padang, Tikong, dan Nunu.
"Berdasarkan data sementara, luas lahan terdampak mencapai sekitar 347,06 hektare, dengan jumlah pohon terdampak diperkirakan sebanyak 39.162 batang," ungkap dia.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pulau Talibau, Maluku Utara. Sumber Foto: BPBD Kabupaten Pulau Talibau
Berton memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa karhutla itu. BPBD bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan penanganan melalui pos komando.
Dukungan logistik dan peralatan pemadaman juga telah didistribusikan. Selain itu, petugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone serta membuat sekat bakar secara manual dan mekanis untuk menghambat penyebaran api.
"Titik api utama dilaporkan berhasil dipadamkan pada Kamis, 29 Oktober 2026, sekitar pukul 00.30 WIT. Setelah itu, petugas melanjutkan penanganan melalui pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api," jelas dia.
"Kondisi lahan yang kering, angin kencang, lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, serta medan terjal turut menghambat upaya pemadaman," kata Berton.