Bongkahan es yang menghantam rumah warga di Kabupaten Bantul. Dokumentasi/Medsos
Misteri Es 20 Cm Timpa Rumah di Bantul: BMKG Ungkap Kejanggalan
Ahmad Mustaqim • 2 November 2026 19:59
Bantul: Fenomena diduga hujan es terjadi di Kecamatan Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin pagi, 2 November 2026. Namun, kejadian tersebut masih diselimuti misteri lantaran es yang jatuh berupa bongkahan berdiameter sekitar 20 sentimeter.
Salah seorang warga Dusun Jodog, Kelurahan Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Suharti, mengatakan kondisi di daerahnya mengalami hujan ringan pagi tadi. Namun, ia tak menduga menemui bongkahan es dengan diameter sekitar 20 sentimeter menghantam atap rumahnya.
Hantaman es tersebut menjebol atap berbahan galvalum pasir dan plafon PVC dengan ukuran kerusakan mencapai 1 x 1 meter. Bahkan, sebuah kursi kayu di ruang tamu dilaporkan patah akibat tertimpa bongkahan tersebut.

Bongkahan es yang menghantam rumah warga di Kabupaten Bantul. Dokumentasi/Medsos
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
"Rumah dalam kondisi kosong dan sudah lama tidak ditempati pemiliknya. Pemilik rumah tinggal di Cilacap, Jawa Tengah. Yang terdampak hanya kerusakan bangunan dan menyebabkan kerugian sekitar Rp500 ribu," jelas Antoni, Senin, 2 November 2026.
Pihak BPBD saat ini masih berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui pasti pemicu kejadian tersebut.
Di sisi lain, pihak BMKG justru menemukan kejanggalan. Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Heri, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan radar, tidak terdeteksi adanya hujan di lokasi saat bongkahan es jatuh pada pukul 08.00 WIB.
"Dari data radar kami tidak terjadi hujan. Hujan di Pandak baru terjadi pukul 09.00 WIB dan itu hujan ringan," tegas Heri.
Heri menyebutkan pihaknya masih perlu melakukan analisis lebih mendalam, termasuk mengevaluasi potensi gangguan Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial di Pulau Jawa. Kendati MJO sedang aktif, Heri menegaskan fenomena tersebut mencakup area yang sangat luas, sehingga sulit untuk langsung mengaitkannya dengan peristiwa jatuhnya es yang hanya menimpa satu rumah secara spesifik.
"Kejadian spesifik hanya di rumah di Pandak perlu analisis lebih dalam dengan data lebih detail terkait dari mana esnya itu," pungkasnya.